Taman Matematika, Inovasi dari SDN 2 Isimu Selatan Gorontalo


Dari sekian mata pelajaran yang diajarkan di sekolah dasar, mata pelajaran matematika paling sukar dipahami oleh anak-anak SD. Hal ini disebabkan oleh karena obyek matematika adalah benda pikiran yang sifatnya abstrak dan tidak dapat diamati dengan panca indera manusia. Maka dalam mempelajari konsep/prinsip-prinsip matematika tentu diperlukan pengalaman melalui benda-benda nyata melalui media alat peraga yang dapat digunakan sebagai jembatan bagi siswa untuk berpikir secara abstrak.

SDN 2 Isimu Selatan Kabupaten Gorontalo yang dimotori langsung oleh Ibu Ruwaidah Aliyu sebagai Kepala Sekolahnya, telah memberikan solusi untuk anak didiknya melalui pengadaan Taman Matematika.

"Yang kami maksud dengan Taman Matematika adalah suatu tempat yang terletak diluar ruang kelas yang berisi alat peraga matematika. Alat peraga adalah seperangkat benda kongrit yang dirancang, dibuat, dihimpun atau disusun secara sengaja yang digunakan untuk membantu menanamkan atau mengembangkan konsp-konsep atau prinsip-prinsip dalam matematika", tutur Ibu Ruwaidah.

Lebih jauh Ibu Ruwaidah menjelaskan, bahwa ruang Taman Matematika merupakan ruang terbuka yang dilengkapi dengan bangsal yang memiliki pagar pengaman. Ruang terbuka akan dijadikan tempat praktek/pembelajaran sedangkan bangsal digunakan tempat penyimpanan alat peraga. 

Alasan mengapa harus ditaman tentu agar para siswa lebih leluasa mengunakan alat peraga, seperti mengunakan alat ukur, mengunakan meteran untuk mengukur panjang, mengukur volume bangun ruang dengan mengisi air atau pasir di media tersebut dan masih banyak lagi kegiatan yang dapat dilaksanakan siswa dengan bebas tanpa harus menjaga ruangan kotor dengan air, pasir, tanah liat, kerikil dan lain-lain.

Menurut Ibu Ruwaidah, tujuan pengadaan Taman Matematika ini adalah, sebagai media dalam menanamkan konsep-konsep matematika, sebagai media memantapkan pemahaman konsep, dan sebagai media untuk menujukkan hubungan antara konsep matematika dengan dunia sekitar kita serta aplikasi konsep dalam dunia nyata.

Taman Matematika berisi alat-alat peraga dan sarana penunjang, dimana untuk alat peraga dapat dibedakan menjadi dua macam yakni: alat peraga yang dibeli, dan alat peraga yang dibuat sendiri.
Sarana penunjang media pengajaran berfungsi sebagai alat untuk melakukan kegiatan belajar seperti halnya alat peraga. Sarana dapat berupa perangkat keras dan lunak, contoh dari sarana perangkat keras seperti papan tulis, penggaris kartu mainan; dan contoh dari sarana perangkat lunak misalnya lembar kerja (LK), lembar tugas (LT) aturan permainan dan lain-lain.

1 komentar:

  1. wah keren ya konsepnya. biar anak2 akrab dengan matematika sejak dini.

    BalasHapus