Juara Umum Olimpiade Olahraga Siswa Nasional 2011 Masih Tetap Jawa Timur

Jawa Timur keluar sebagai juara umum Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2011. Prestasi ini membuat Jawa Timur berhasil mempertahankan gelarnya selama lima tahun berturut-turut. Dengan perolehan 28 emas, 17 perak dan 11 perunggu, Jawa Timur pun berhak membawa pulang Piala Bergilir Mendiknas.

Jawa Tengah dan Jawa Barat menyusul di peringkat ke dua dan ke tiga. Piala bergilir diserahkan Dirjen Pendidikan Dasar, Suyanto, kepada Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur dalam acara penutupan di GOR Kertajaya Surabaya, (8/7).

"Olahraga penting untuk menyeimbangkan kehidupan anak. Ada keseimbangan antara otak kanan dan otak kiri. Memiliki kehidupan yang bugar sehat sekaligus cerdas," ujar Suyanto, saat memberikan sambutan di acara penutupan OS2N 2011. Olimpiade olahraga seperti ini cocok dengan misi Kemdiknas ,yaitu menciptakan insan yang cerdas dan mandiri. "Even ini akan terus kita tingkatkan dari tahun ke tahun," katanya.

Dalam olahraga juga terkandung pendidikan karakter. Direktur Pembinaan SD Ibrahim Bafadal, menilai pendidikan karakter tak sekadar soal ibadah. Tak pula sekadar anak-anak terampil dalam salah satu cabang olahraga. Tanggung jawab, kebersamaan, bermain jujur dan sportif, merupakan unsur-unsur yang bisa didapat dalam sebuah permainan olahraga, seperti sepak bola. Pada akhirnya, pendidikan karakter adalah sebuah substansi dari permainan olahraga.

Ibrahim, berpesan, karakter baik yang diperoleh selama bertanding di OS2N agar dibawa ke sekolah dan ditularkan kepada teman-teman. "Sikap sportif, sikap saling menghargai dan toleran harus tetap dijaga. Setelah bertanding, lawan tanding bukanlah musuh," pesannya. Ibrahim juga mengingatkan anak-anak yang meraih juara harus tetap terus berlatih agar bisa bertanding ke tingkat yang lebih tinggi.

O2SN 2011 diikuti 3.927 siswa-siswi dari 33 propinsi, mulai dari tingkat PK-LK Pendidikan Dasar, SD, SMP, PK-LK Pendidikan Menengah, dan SMA. Kegiatan ini mempertandingkan 32 jenis cabang olahraga. Jenis cabang olahraga disesuaikan dengan kurikulum.

Ada beberapa cabang olahraga yang ada di kurikulum SMP tapi tidak ada di kurikulum SD, dan ada cabang olahraga yang ada di kurikulum SMA tapi tidak ada di kurikulum SMP. Misalkan cabang olahraga catur, hanya digelar di tingkat SD dan SMP. Sementara SMA tidak ada. Bahkan untuk cabang olahraga sepak bola, hanya ada di SD, sementara di SMP dan SMA tidak ada.



sumber: Kemdiknas