Pendidikan Karakter Sejak Dini

Dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli , Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) dan Koran Anak Berani menggelar pagelaran budaya di Hall Rama-Shinta, Dufan, Ancol, Jakarta, (27/7).

Pagelaran budaya ini juga bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Turut hadir dalam acara ini, Ibu Laily M. Nuh, Ibu Gusnawirta Fasli Jalal, dan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Gumelar.

Ibu Laily M. Nuh, anggota SIKIB sekaligus Koordinator Program Indonesia Pintar, mengatakan, anak-anak harus mengenal budaya Indonesia sejak dini, sehingga muncul rasa cinta dan kebanggaan terhadap budaya Indonesia. "Anak-anak dapat mengenal budaya dari orangtua, lingkungan, dan sekolah," ujarnya usai pagelaran budaya.

Ia menuturkan, untuk lembaga pendidikan seperti sekolah, pendidikan budaya tidak perlu secara khusus masuk dalam kurikulum. Justru pendidikan budaya harus bisa masuk di setiap proses pembelajaran di sekolah, baik melalui mata pelajaran, maupun kegiatan ekstrakurikuler.

Pendidikan karakter yang tahun ini dicanangkan Kementerian Pendidikan Nasional pun mengandung pendidikan budaya. "Anak-anak rajin, pintar, cerdas, dan mandiri, itu adalah budaya juga. Jadi budaya bukan hanya dilihat dari tarian atau seni, tapi karakter juga merupakan budaya". Pendidikan karakter dan pendidikan budaya harus ditanamkan sejak awal pada anak-anak, yaitu melalui pendidikan anak usia dini (PAUD).

Membahas dunia anak-anak, tidak bisa lepas dari dunia pendidikan. Dalam 32 hak anak yang disarikan dari UU Nomor 23 Tahun 2001 tentang Perlindungan Anak, disebutkan salah satu hak anak adalah mendapatkan pendidikan dan pengajaran. "Anak-anak harus mendapatkan pendidikan yang baik, karena dengan pendidikan, Indonesia bisa menjadi negara maju," tutur Ibu Laily M. Nuh.

Pagelaran budaya dalam rangka Hari Anak Nasional diberi nama Pesta Anak Indonesia 2011, dan mengambil tema "Aku Cinta Budaya Indonesia". Pagelaran mempersembahkan berbagai sendratari dari provinsi-provinsi di seluruh Indonesia, yang dibawakan anak-anak Indonesia.

Tujuannya adalah untuk mengenalkan keragaman dan kekayaan budaya Indonesia kepada anak-anak. Sekitar 1500 anak dari berbagai sekolah menghadiri pagelaran budaya tersebut.


sumber: Kemdiknas