Dicari, Guru RSBI yang Mau Kuliah S-2

Hasil evaluasi rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) di Jawa Timur menunjukkan bahwa 30 persen para guru bahkan kepala sekolah RSBI belum memenuhi kualifikasi. Selain tak cakap berbahasa Inggris, pendidikan mereka juga belum sesuai kualifikasi. Banyak guru RSBI belum berpendidikan pascasarjana (S-2).

"Sebanyak 30 persen pendidikan linier guru RSBI di antaranya belum S-2," ungkap Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Harun, Selasa (9/8/2011).

Dinas Pendidikan Jawa Timur telah mengevaluasi keberadaan 179 SMP dan SMA/SMK RSBI. Namun yang mendesak adalah kinerja guru yang belum sesuai standar.

Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Jawa Timur menyikapi kondisi tersebut dengan membekali anggaran khusus untuk peningkatan kualitas guru khusus RSBI ini. Sebanyak Rp 16 miliar dianggarkan untuk menyekolahkan guru-guru RSBI ke jenjang S-2.

Kepala Seksi Kurikulum dan Program Dinas Pendidikan Jawa Timur Hudiyono menyatakan bahwa program kuliah S-2 untuk guru RSBI masih akan terus berjalan.

"Yang memenuhi persyaratan dan lolos seleksi bisa kami kuliahkan," ujar Hudiyono.

Dia menambahkan, sudah ada ratusan guru RSBI di Jawa Timur yang mendapat kesempatan serupa. Hingga saat ini, program kuliah S-2 bagi guru RSBI masih akan terus berjalan. Hal ini bagian dari akselerasi Dinas Pendidikan Jawa Timur dalam meningkatkan kinerja sekolah RSBI.