Hasil Survei Membuktikan Hidup Menjomblo Bisa Mati Muda

Enaknya kalau jadi bujangan

Hidup bebas bagai burung terbang

Kantong kosong tidak jadi persoalan...


Itulah sepenggal lirik lagu Bujangan karya Rhoma Irama yang melukiskan nikmatnya menjadi single. Namun bagi para jomblowan dan jomblowati jangan berbangga hati dulu.

Sebuah penelitian yang dirilis dalam The American Journal of Epidemiology menyebutkan hidup sendiri bisa menyebabkan seseorang mati muda. Setidaknya itulah hasil penelitian yang menganalisis sebanyak 90 riset serupa dengan melibatkan hampir 500 juta orang.

Perlu dicatat penelitian ini tidak berlaku bagi mereka yang menikah, janda, atau duda yang pernah merasakan indahnya bahtera rumah tangga.

Menurut Asisten Profesor Sosiologi dari University of Louisville, David Roelfs, menjadi single memang asyik. Mereka tidak perlu mengeluarkan uang lebih untuk biaya kesehatan atau perawatan panjang umur. "Tapi apa yang mereka (single) lakukan sebenarnya menyedihkan," kata Roelfs dalam msnbc, 18 Agustus 2011.

Roelft bersama timnya menemukan potensi kematian lebih tinggi sebesar 32 persen dibanding yang pria yang menikah. Adapun 23 persen potensi kematian bisa mendera lajang perempuan dibandingkan wanita menikah.

Data itu bisa diartikan single pria bisa mati 8-17 tahun lebih awal dibanding yang menikah. Begitu juga wanita bisa mati muda antara 7-15 tahun lebih awal dibanding yang menikah.

Lalu apa solusinya? Melanjutkan lagu Rhoma Irama, cepat menikah kemungkinan bisa menjadi solusi. Alasannya hidup sendirian sangat berat menahan godaan.


Susahnya kalau jadi bujangan

Hidup tidak akan bisa tenang

Urusi segala macam sendirian...