Idul Fitri Makin Dekat, BI Sebar 'Receh' Rp 54,3 Triliun

Pekan terakhir menjelang lebaran 2011 tempat penukaran uang receh yang salah satunya terpusat di kawasan IRTI, Monas menunjukkan kepadatan dan antrian yang cukup ramai.

Bank Indonesia (BI) sendiri mengungkapkan telah menggelontorkan uang tunai sebesar Rp 54,3 triliun atau 88,5% dari target selama lebaran yang sebesar Rp 61,4 triliun untuk uang receh.

Menurut pengakuan Suandi, salah satu pihak keamanan di Monas mengatakan masyarakat mulai berbondong-bondong menuju layanan penukaran uang sejak awal pekan lalu. Hingga pukul 11.00 suasana masih terkendali. Meski terkadang ada perselisihan akibat nomor antrian.

"Mulai banyak mas, minggu-minggu ini. Kan mau Lebaran," ujar Suandi di Monas, Jakarta, Kamis (25/8/2011).

Layanan penukaran uang terbagi menjadi dua jenis, khusus karyawan dan umum. Klasifikasi ini dimaksudkan untuk memecah antrian, khususnya bagi pelaku bisnis jasa tukar uang yang memang siap tukar uang lebih dari Rp 20 juta.

"Yang karyawan memang tidak dijual lagi. Kalau yang loket BI itu antriannya banyak Inang-Inang (pelaku bisnis jasa tukar uang) yang tukar duit langsung Rp 20 juta," tuturnya.

Husni, salah satu masyarakat yang mengantri, siap menukarkan uang Rp 3 juta. Uang digunakan dalam rangka persiapan Lebaran tahun ini dan untuk dibagi-bagikan kepada kerabat.

Penukaran uang di IRTI terpaksa dilakukan Husni, karena beberapa bank menolak penukaran pecahan kecil. "Bank suka nolak kalau sudah pernah. Apalagi kalau tidak ada transaksi," tuturnya.

Memang Bank Indonesia (BI) bersama bank-bank umum telah menyediakan layanan penukaran uang receh yang salah satunya terpusat di kawasan IRTI, Monas, Jakarta mulai 8 Agustus 2011.

Menurut Deputi Direktur Pengedaran Uang BI, Adnan Djuada, hingga hari ini total penyaluran uang BI selama Lebaran 2011, hingga 24 Agustus mencapai Rp 54,3 triliun. Jumlah ini sekitar 88,5% dari target yang ditetapkan BI untuk uang beredar mencapai Rp 61,4 triliun,

"Total penyaluran ini terdiri dari Uang Pecahan Besar Rp 47,1 triliun, dan untuk yang kecil Rp 7,2 triliun," tutur Adnan.

Seperti diketahui, BI menyiapkan uang tunai pecahan kecil menyambut bulan Ramadan 1432 H sebesar Rp 7,1 triliun. Uang pecahan kecil tersebut terdiri dari Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, Rp 1.000 dan uang logam.

Bank sentral telah menyiapkan stok uang sebesar Rp 61,36 triliun untuk membantu likuiditas selama bulan Ramadan 2011. Jumlah tersebut meningkat 12% dibanding bulan Ramadan tahun lalu sebesar Rp 54,78 triliun.

Dari Rp 61,36 triliun likuiditas yang disiapkan untuk menghadapi persediaan selama Ramadan, sebanyak Rp 54,26 triliun merupakan uang pecahan besar yakni pecahan Rp 100.000, Rp 50.000, dan Rp 20.000.


source: detikNews