Ini Dia Alasan Hacker Mengajak Tutup Akun Facebook


Para hacker (peretas) yang tergabung dalam kelompok "Anonymous" menyerukan kepada seluruh pemilik akun Facebook untuk menutup akun mereka pada 5 November mendatang. Alasannya, Anonymous akan menyerang dan 'menghancurkan' situs jejaring sosial milik Mark Zuckerberg pada hari itu.

Menurut kelompok peretas pendukung Wikileaks itu, mereka telah bertekad untuk menjatuhkan pamor Facebook karena telah melanggar privasi penggunanya. Menurut Anonymous, Facebook telah menjual informasi kepada badan-badan pemerintah dan memberikan akses rahasia untuk perusahaan keamanan informasi sehingga mereka dapat memata-matai setiap orang di seluruh dunia.

"Meskipun Anda telah menghapus akun, tapi data-data diri Anda tetap tersimpan di Facebook," tulis Anonymous, seperti dikutip Daily Mail, Kamis, 11 Agustus 2011.

Anonymous memilih tanggal 5 November untuk menjalankan misi 'Operation Facebook' karena pada hari itu terjadi peristiwa ketika Guy Fawkes mencoba meledakkan gedung parlemen pada tahun 1605.

"Suatu hari nanti Anda semua akan menyadari apa yang kami lakukan adalah langkah yang tepat dan Anda akan berterima kasih," katanya. "Kami justru menyelamatkan Anda."

Facebook yang berdiri pada 2004 kini sudah memiliki lebih dari 750 juta anggota yang tersebar di seluruh dunia. Taksiran nilai perusahaan yang dipimpin Zuckerberg diperkirakan mencapai US$ 13,5 miliar.

Gerakan untuk menutup akun Facebook pada 5 November ini sudah disebarkan sejak bulan lalu. Ketika itu Anonymous menggunakan Twitter dan mengirimkan video ke YouTube untuk menggalang dukungan.

Anonymous merupakan kelompok peretas yang menyebar melalui Internet secara sembunyi-sembunyi. Grup ini pertama kali berdiri pada tahun 2003 dengan nama 4chan. Namun ia beru dikenal luas pada akhir tahun 2006.

Beberapa serangan yang telah dilakukan Anonymous di antaranya membobol akun berbagai bank, Pentagon, dan News Corp. Tahun lalu, kelompok ini menyerang PayPal, MasterCard, dan Visa karena telah membekukan rekening Wikileaks.

Tidak semua orang menanggapi ajakan Anonymous untuk menutup akun Facebooknya pada tanggal itu. Eugene Kaspersky, misalnya. Melalui akun Twitternya, pendiri dan CEO Kaspersky Lab yang juga seorang ahli keamanan cyber ini mengatakan, "Serangan kepada Facebook pada 5 November itu mungkin saja palsu."