“Kama Sutra,” Cerita Para Dewa Seks

Catatan ini saya tulis untuk mereka yang sudah dewasa dan sudah menikah, sebagai bahan pembelajaran. Hari ini bukan tema politik atau ekonomi, tapi seksologi.

Mengapa saya tulis sebagai bahan pembelajaran, oleh karena seks bagi manusia dan juga hewan serta tanaman adalah topik yang penting, baik untuk memenuhi kebutuhan biologis maupun untuk meneruskan generasi atau keturunan. Pembelajaran, bahwa seminimal kita tahu, apa pentingannya alat kelamin dan untuk apa saja.

Lebih baik kita menerima informasi tentang seksologi yang benar daripada kita membaca kamus apalagi literatur tentang seks yang total 100% tidak sesuai dengan kebutuhan manusia akan seks. Sebab banyak informasi tentang seks yang ternyata jelas-jelas menyimpang dari kodrat kebutuhan seks manusia.

Manusia perlu seks?

Absolut. Seks sangat penting bagi manusia. Seks adalah anugerah yang Tuhan beri kepada manusia. Jadi mengapa kita harus malu untuk mengakui, bahwa kita perlu seks. Hanya saja, sebagai manusia Indonesia yang hidup sosialnya penuh dengan etika ketimuran. Maka aktifitas seks kita tidak lumrah kita lakukan dengan sembarang orang. Kalaupun itu akan kita lakukan, maka risikonya adalah kita telah melakukan pelanggaran norma-norma kehidupan yang layak.

Kolega saya-wanita, teman baik, teman satu pool tumpangan mobil, teman kalau makan siang saat istirahat bercerita sangat intim pada saya soal “problema relasi, hingga menyentuh soal kebutuhan seks suami istri”. Renata (red; bukan nama sebenarnya) mempunyai problem relasi suami istri, hingga tanpa mereka ketahui problema ini akhirnya berdampak terganggunya hubungan seks mereka.

“Apakah you sudah coba pergi kedokter ahli seksologi!” sapa saya.

“Sudah, malah tiga sesi percakapan tidak ada hasilnya, terakhir kami pergi berlibur ke Malta, juga tidak ada hasilnya”, urai Renata. Padahal advis dokter, pergilah kalian keluar rumah, berlibur contohnya. Banyak therapi melakukan seks di luar rumah merupakan sesuatu yang baru, memberi warna baru, refreshing.

Tapi memasuki tahun ke sepuluh ulang tahun perkawinan mereka, aktifitas seks mereka tidak lagi menarik, tidak lagi menantang seperti ketika mereka baru saja menjadi pengantin baru. Kalau boleh dikatakan kehidupan seks mereka sudah mati. Kering kerontang. Bahkan rutinitas dilakukan terpaksa, sampai-sampai malah menyakitkan alat kelamin, demikian Renata menambahkan.

Kasihan sekali, masih muda tetapi api unggun dalam hati masing-masing sudah mulai padam.

Ternyata, cerita punya cerita. Bahan-bahan keluhan cerita intim pribadi Renata ini, saya jadikan bahan observasi atau pengamatan tentang “mengapa kehidupan seks suami istri setelah menikah, mengalami perubahan”.

- Tekhnik seks yang itu-itu saja, sering membosankan.

Dalam hal ini suami istri harus terbuka dalam komunikasi. Harus berani mengatakan pada pasanagan patnernya bahwa style yang itu-itu saja membosankan, atau tidak nikmat, atau malah menyakitkan badan.

Banyak patner suami istri malu, atau tidak berani mengatakan hal ini kepada pasangannya. Mungkin kuncinya karena khawatir menyakitkan perasaan dan sebagainya. Tetapi justru, menjalankan aktifitas seks yang sangat terpaksa merupakan pemicu hubungan seks suami istri terganggu. Bahkan gara-gara problem ini, akan menimbulkan macam-macam gangguan seks, seperti ejakulasi dini, sulit orgasme.

Oleh karena itu penting suami istri berkomunikasi secara dari hati kehati tentang style-seks yang lebih nyaman dan menundang gairah. Misalkan gaya 69 lebih avontur, atau doggy style lebih menantang, atua oral seks lebih baik sebagai foreplay. Kita harus irihati sebenarnya dengan gaya orang Perancis dalam tekhnik seks. Mereka memiliki 1001 macam tekhnik untuk seks.

- Memelihara kebersihan tubuh, sebelum melakukan seks

Inilah topik yang sangat sensitive kalau dibicarakan. Terus terang saya tulis, banyak pasangan suami istri setelah measuki tahun kedua masa perkawinan tidak lagi memperhatikan pentingnya memelihara kebersihan tubuh sebelum melakukan seks.

Umum mengatakan, mentang-mentang sudah laku. Maka untuk memelihara kebersihan tubuh malasnya minta ampun!

Mandi secara terartur, membersihkan alat kelamin dengan benar, selalu mengenakan pakaian dalam yang bersih secara teratur adalah bagian dari bagaimana kita memelihara aroma tubuh dan alat kelamin tetap bersih dan beraroma harum.

Saya keritik, para istri yang malas untuk membersihkan vagina (red;cebok) kalau saat-saat menstruasi, atau setelah buang air kecil. Kita para wanita harus tidak boleh lupa, tingkat ke-asaman vagina itu demikian tinggi, hingga secara rutin diperlukan tindakan untuk selalu menjaga kebersihan vagina. Kalau tidak, maka aroma vagina yang tidak pernah dibersihkan sehari akan bisa tercium dalam jarak satu meter. Nah, silahkan bayangkan sendiri.

Menjaga tubuh dan alat kelamin bersih itu tidak usah pakai produk yang mahal loh. Cukup dengan sabun biasa dan air bersih. Gantilah handuk setiap hari.

Kalau perlu, ini advis saya. Untuk para wanita lebih baik memperhatikan rambut kemaluan dengan seksama. Terus terang saja, rambut kemaluan (red; jembut) yang terlalu gondrong sering menyimpan aroma yang tidak sedap, akibat keringat sekitar vulva belum lagi lendir yang keluar dari vagina. Nah, bagaimana kalau rajin memangkas sedikit rapih agar mudah untuk memelihara kebersihan. Banyak model yang tersedia untuk model “bikini”.

Saya adviskan, jangan sering menggunakan tissue atau pencuci vagina dari extrak daun sirih. kedua produk ini sangat tidak baik untuk kulit vagina, karena bisa menimbulkan alergi atau iritasi. Kulit akan kering, gatal dan bisa menimbulkan eksim pada vagina. Nah, pikirkan kalau hendak menggunakan produk-produk seperti ini. Tidak selamanya aman untuk kesehatan kulit kita.

- Untuk para suami, rajinlah membersihkan tubuh (mandi) dan juga membersihkan penis.

Saya terus terang saja, banyak para suami hanya mementingkan kebutuhannya sendiri tanpa memperhitungkan situasi istrinya. Banyak para suami tidak pernah mandi apalagi membersihkan alat kelaminnya sebelum melakukan seks. Bahkan baru pulang kerja langsung melepas pakaian bawah dan terus melakukan seks, tanpa berpikir bagaimana perasaan istrinya. Istri bukan hanya tukang masak dan tempat pelampias kebutuhan seks, istri itu tempat berbagi dalam banyak hal.

Membersihkan daerah sekitar kepala penis itu penting, karena dibawah lipatan kepala penis, sering tersimpan berjuta-juta jamur yang condong kearah virus kalau tidak pernah dicuci.

Perhatian: untuk para suami yang sering “jajan”, lebih anda berpikir seribukali dan melindungi penis anda dengan kondom, daripada anda menjadi biang penular penyakit servik atau kanker mulut rahim pada istri sendiri. Belum lagi anda akan tertular penyakit kelamin.

- Lakukan komunikasi dari hati kehati, untuk membicarakan soal seks suami istri.

Pasutri yang terbuka dalam soal ini, pasti akan mendapatkan jalan keluarnya. Pasutri yang menyembunyikan atau lebih baik menutup diri, pasti akan menghadapi dilema kehidupan seks yang tak nyaman.

Tidak semua pasangan pasutri senang melakukan hubungan seks dengan lampu menyala, ada yang mungkin dalam gelap gulita atau penerangan yang remang-remang hingga pasangan bisa memandang wajah kekasih hatinya. Hal yang sangat sepele, tetapi sangat besar imbasnya.

Seks, adalah tekhnik manusia mengadakan hubungan atau kontak alat kelamin. Sebab itu kita jangan memandang remeh tentang hal ini. Kehidupan seks yang sehat, nyaman dan bertanggung jawab. Adalah hubungan seks yang dilakukan dengan komunikasi. Manusia toh bukan cyber, sedikitnya memiliki perasaan. Jadi berhak akan kenikmatan dan perasaan kasih sayang.

Cintailah pasangan kita, dan hormatilah hubungan seks yang sakral. Tuhan memberikannya dengan maksud tentunya, yaitu meneruskan generasi manusia di muka bumi, dan memelihara hubungan intens antara manusia dan manusia.

Seminggu setelah percakapan dengan Renata, saya belikan untuk dia sebuah buku “kama Sutra, komplit dengan minyak massagenya” sebagai hadiah hari ulang tahun dia. Berharap, kehidupan rumah tangga Renata akan berlangsung langgeng dan menarik.

Di rumah, saya kena tegur patner. “Loh, ini kok ada kwitansi buku Kama Sutra?”

Arrrrggggghh… saya mesti jelaskan duduk persoalannya lagi nich. Hem…

Menari ramuan tinta asmara

warna jelaga, tidak lagi segelap yang kau kira

Menyanyi, sentuhan asmara

dewi pelangi, berdiri di tepi perigi membara

Menyatu, tubuh dalam kata aksara

rintihan kejora berpantun lentera

~~~~~~~~oOo~~~~~~





source: Kompas