Kemdiknas Percepat Pembangunan Pendidikan di Perbatasan Kalimantan

Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh mengungkapkan hasil pertemuan dengan empat gubernur wilayah Kalimantan, membahas percepatan pembangunan di perbatasan di pulau ini. Di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia ini pembangunan pendidikan akan difokuskan pada penuntasan wajib belajar sembilan tahun.

Daerah perbatasan di Kalimantan yang akan menjadi fokus perhatian percepatan pembangunan pendidikan yaitu Provinsi Kalimantan Barat meliputi Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Sintang, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Bengkayang, dan Kabupaten Sambas. Kemudian Provinsi Kalimantan Timur meliputi Kabupaten Nunukan, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten dan Malinau.

"Intervensi kebijakan berupa pembangunan SD-SMP berasrama yang terintegrasi pengelolaannya," ujar Menteri Nuh hari ini (1/8) di kantor Kemdiknas, Jakarta. Untuk sekolah di tingkat kecamatan, pada jenjang SD kelas 4-6 dan SMP kelas 7-9 akan berada di satu atap asrama dengan fasilitas olahraga, kebun sekolah, asrama siswa, dan perumahan guru.

Adapun pada jenjang SD kelas 1-3 akan disatukan dengan Paket Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) A dengan fasilitas taman bacaan, asrama penitipan anak, program gizi, kelompok bermain prasekolah dan Alat Permainan Edukatif (APE). "Ini akan diberlakukan pada sekolah di tingkat desa," kata Mendiknas.


sumber: Kemdiknas