Kemdiknas Usulkan Dana Rp 20 Miliar Untuk Pendidikan Kursus

Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) mengusulkan anggaran Rp20 miliar dari alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2011 untuk dana blockgrant kursus. Direncanakan, dana dalam bentuk bantuan sosial ini akan disalurkan di daerah kantong tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri di 38 kabupaten/kota di 11 provinsi.

"Sasaran dana tersebut adalah untuk 7.500 orang untuk pendidikan kursus selama empat bulan mulai September mendatang. Setiap kabupaten dialokasikan sekitar 200-300 orang," kata Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Kemdiknas Wartanto ketika memberikan keterangan pers di Kemdiknas, Jakarta, Jumat (12/08).

Adapun Jenis kursus tidak ditetapkan, yang penting kriterianya yaitu hasil keterampilannya bisa disertifikasikan, dan lulusannya bisa bekerja atau berwirausaha. "Kursus bahasa Inggris pun boleh. Misalkan di Bali, setelah lulus dia bisa menjadi guide," kata Wartanto.

Wartanto mengatakan, jenis kursus favorit berbeda-beda tiap daerah. Dia mencontohkan, di Provinsi Sumatera Utara kursus kecantikan menjadi favorit, sedangkan kursus spa sedang menjadi tren di di kota besar seperti Jakarta, Bantung, Semarang, Surabaya, dan Bali.

Sasaran peserta kursus bukan anak sekolah, melainkan anak drop out atau lulusan yang tidak melanjutkan ke jenjang di atasnya. Beberapa provinsi kantong TKI di antaranya Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Wartanto menyebutkan, saat ini terdapat 14.327 lembaga kursus yang terdaftar di seluruh Indonesia. Jumlah peserta didik kursus termasuk bimbingan belajar sebanyak 1,4 juta orang per tahun. Pemerintah, katanya, telah mengalokasikan dana blockgrant kursus sebanyak Rp 220 miliar lebih untuk 110 ribu orang. "78 persen peserta kursus tertampung kerja dari dana bantuan sosial itu," katanya.


sumber: Kemdiknas