Mahasiswa Indonesia Pidato di Konferensi Pemuda Dunia

Kementerian Pendidikan Nasional melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi akan mengirim delegasi yang terdiri dari tujuh mahasiswa terpilih untuk hadir dan berperan aktif dalam konferensi generasi muda sedunia, One Young World 2011, di Zurich, Swiss, pada tanggal 1-4 September 2011.

Delegasi Indonesia yang dikirim Ditjen Dikti Kemdiknas terdiri dari empat orang Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), yaitu Muhamad Reza Pahlevi (Institut Pertanian Bogor), Luthfi hamzah Husin (Universitas Gadjah Mada), Dalu Nuzlul Kirom (Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya), dan Ali Machfud (Universitas Pendidikan Indonesia). Selain itu, ada tiga pemenang debat Bahasa Inggris tingkat nasional yang disponsori Promag dan Entrostop dari Kalbe Farma, serta PT. Telkom Indonesia, yaitu Vincentius Dito Holanda (Institut Teknologi Bandung), Astrio Feligent (Universitas Bina Nusantara), dan Sheila Koesin (Universitas Teknokrat Lampung).

Dalam jumpa pers di gedung D Kemdiknas, (24/8), Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Djoko Santoso berharap, konferensi ini dapat menjadi ajang pembelajaran bagi mahasiswa Indonesia, mengukur kemampuan berdialog dan berani mengemukakan pendapat di forum lokal. Ia menambahkan, kegiatan semacam OYW dapat juga dilakukan secara nasional menjadi temu pemimpin muda Indonesia yang membahas berbagai topik penting dan sedang mengemuka.

One Young World 2011 merupakan konferensi pemuda dunia yang diselenggarakan untuk kedua kalinya. One Young World pertama kali diselenggarakan di London, Inggris, pada tahun 2010. One Young World Summit merupakan prakarsa dari mantan Sekjen PBB, Kofie Annan, dan David Jones yang mempertemukan wakil-wakil pemuda berusia sekitar 15-25 tahun dari berbagai negara di seluruh dunia. Generasi muda ini akan berbagi pemikiran dan kepemimpinan, serta menyusun resolusi yang akan memberikan dampak positif bagi kehidupan masa depan di bumi.

Selama empat hari para pemuda calon pemimpin bangsa dari berbagai negara akan berdiskusi mengenai enam permasalahan utama yang tengah melanda dunia. Enam topik tersebut yaitu: mengembangkan political leadership untuk masa depan yang positif; global business dan perannya dalam membentuk masyarakat ekonomi baru; dialog inter-faith; lingkungan hidup dan pelestariannya; perubahan identitas media dan kekuatannya; serta polarisasi dan dampak dari upaya kesehatan secara global.


source: Kemdiknas