MENDIKNAS: Dibahas 3 Alternatif Penyaluran Dana BOS

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh mengatakan, sampai dengan hari ini, Senin (1/8/2011), sedikitnya hanya tinggal 35 kabupaten/kota dari sebelumnya 39 kabupaten/kota yang belum menyelesaikan penyaluran dana BOS triwulan pertama dan kedua. Ia mengungkapkan, menindaklanjuti rapat yang dipimpin oleh Wakil Presiden Boediono, pekan lalu, digelar rapat Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) bersama Kementerian Koordinasi dan Kesejahteraan Rakyat (Kemkokesra).

Dalam rapat tersebut, selain membahas percepatan penyaluran dana bantuan operasional sekolah (BOS) bagi daerah yang belum menyalurkannya, juga akan merumuskan beberapa poin yang kemungkinan akan dijadikan alternatif jika metode penyaluran BOS pada tahun mendatang perlu diubah ataupun dimodifikasi.

"Rapat di Kemkokesra merumuskan bukan sekedar bagaimana mempercepat dana BOS yang sekarang ini. Tetapi juga akan membahas apakah tetap akan dibiarkan seperti ini atau ada modifikasi. Ada tiga altenatif dan akan dimatangkan siang ini," kata Nuh, Senin (1/8/2011), di Jakarta.

Adapun tiga alternatif yang disiapkan adalah, pertama, metode penyaluran dana BOS tetap akan seperti saat ini, yaitu dari pemerintah pusat ditransfer kepada kas daerah untuk kemudian diserahkan oleh daerah kepada sekolah. Dengan catatan, aturan dan sangsi akan setiap pelanggarannya lebih diperketat lagi.

Kedua, dilakukan pemilihan terhadap daerah mana saja yang dinilai siap dengan metode penyaluran dana BOS seperti saat ini, yaitu dari pemerintah pusat ditransfer kepada kas daerah. Sebaliknya, daerah yang dinilai belum siap maka akan dikembalikan dengan metode penyaluran dana BOS pada tahun sebelumnya, yaitu dari pusat langsung ditransfer ke nomor rekening sekolah.

"Karena hakekatnya SD dan SMP itu diurus oleh kabupaten/kota. Tapi setelah terbukti ada beberapa daerah yang nggak jalan, maka kami beri alternatif kedua. Bagi yang sudah siap, tetap dengan metode saat ini. Cara melihatnya mudah, yaitu record penyaluran BOS selama 2011 ini," paparnya.

Alternatif ketiga, sambung Nuh, semuanya akan ditarik kembali oleh pusat. Untuk selanjutnya akan dipilah daerah mana saja yang dianggap telah siap menyalurkan dana BOS.

Ia menjelaskan, semua alternatif itu harus sudah ditentukan sebelum Oktober 2011 mendatang. Menurutnya, apapun alternatif yang akan dipilih nanti akan terkait dengan alokasi anggaran.

Untuk itu ia berjanji, alternatif penyaluran dana BOS sudah diputuskan sebelum pidato Presiden pada 16 Agustus mendatang tentang nota keuangan yang akan menyampaikan postur keuangan di pusat dan postur keuangan di daerah.

"Memutuskan alternatif itu harus selesai dalam waktu satu minggu. Karena alternatif apapun yang akan ditentukan itu akan mempengaruhi postur anggaran yang akan disampaikan oleh Presiden nanti," tandasnya.


sumber: Kompas