Mendiknas Resmikan Universitas Borneo

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh pada Sabtu (20/08/2011) meresmikan penegerian Universitas Borneo (UB) di Kota Tarakan, Kalimantan Timur dengan melakukan pembukaan selubung prasasti.UB merupakan salah satu perguruan tinggi yang dirancang untuk memperkuat dunia pendidikan di daerah perbatasan.

Mendiknas menyampaikan, sebagai bukti keseriusan dalam mendukung universitas ini, pemerintah mengucurkan dana pendukung sebanyak Rp 25 miliar dari APBN-P tahun ini. "Ke depan kita kembangkan lagi sarana dan prasarana seperti perpustakaan. Jangan sampai namanya negeri, tetapi dilepas," katanya.

Mendiknas menyampaikan, upaya penegerian UB bukan sekedar langkah biasa, tetapi merupakan langkah strategis dari perspektif geopolitik dan inklusivitas pembangunan. "UB kita resmikan sebagai universitas negeri karena melihat dua aspek tadi," katanya.

Universitas ini pada November tahun lalu di Jayapura diresmikan sebagai perguruan tinggi pemerintah oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono bersama empat perguruan tinggi lain. UB menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam luar negeri, ASEAN, dan Asia Pasifik dalam bidang program, teknologi, pertukaran mahasiswa, dan dosen. Sebelumnya, pada 24 Juni 2009 dilakukan serah terima aset dan pengelolaan sumber daya manusia dari Badan penyelenggara UB kepada Kemdiknas sebagai bagian UB menjadi perguruan tinggi negeri (PTN).

Kota Tarakan merupakan kota terbesar di wilayah Kalimantan Timur yang berbatasan dengan Malaysia, Brunei Darussalam, dan Filiphina. Sebagai kota dagang banyak barang elektronik dan tekstil dari luar negeri. Banyaknya barang dari luar negeri tersebut adalah tanda masuknya pasar bebas. Dalam pasar bebas juga tidak mustahil akan kedatangan para ahli ahli untuk mengambil peluang kerja.

Rektor UB Abdul Jabarsyah menyampaikan, jumlah mahasiswa baru UB tahun akademik 2011 sebanyak 1.096 mhsiswa . Kemudian, jumlah penerima beasiswa Bidik Misi 75 mahasiswa. "Jumlah mahasiswa Universitas Borneo secara keseluruhan mencapai 5.000 mahasiswa sejak berdiri sampai pada hari ini," katanya.

Mendiknas berharap, UB dapat menjadi pusat unggulan (center of excellent). M.Nuh menyebutkan, ada tiga hal yang harus dipenuhi untuk menjadi pusat unggulan. Pertama adalah meningkatkan kualitas dosen. Mendiknas memberikan kesempatan kepada 190 dosen yang ada di UB untuk memanfaatkan beasiswa studi lanjut baik ke dalam maupun ke luar negeri. "Dikti akan berikan fasilitas beasiswa. Mau ke Amerika, Jerman, atau Perancis silakan," katanya.

Selanjutnya, syarat kedua adalah sarana dan prasarana, sedangkan syarat ketiga adalah budaya akademik. "Mulai aktivitas kemahasiswaan harus didorong, setiap kegiatan menampilkan kegiatan akademik.

Mendiknas menambahkan, UB juga harus ramah sosial. Menurut Mendiknas, keramahan sosial adalah jalan menuju kesuksesan. "Tidak boleh ada cerita mahasiswa UB yang drop out gara-gara tidak bisa membayar SPP," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Mendiknas meluncurkan portal rumah belajar yang beralamat di belajar.kemdiknas.go.id sebagai sarana belajar secara virtual.


source: Kemdiknas