Mendiknas Serahkan Bantuan Sosial SD


Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh memberikan bantuan sosial sekolah dasar (SD) untuk Kabupaten Bogor, Jawa Barat senilai Rp 14,2 miliar. Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Mendiknas pada kunjungannya di SDN Karang Tengah 02 Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (6/08/2011) sore.

Bantuan diterima masing-masing oleh Bupati Kabupaten Bogor Rahmat Yasin, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Didi Kurnia, Kepala Sekolah SDN Karang Tengah 02 Nean Bin Jaman, dan sejumlah siswa penerima beasiswa.

Mendiknas menyampaikan, meskipun pendidikan telah menjadi kewenangan pemerintah daerah, namun semua pihak dapat berpartisipasi menyelesaikan permasalahan pendidikan. Menurut Mendiknas, pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus bekerja bersama-sama. Dukungan swasta juga harus didorong. "Kalau dalam 1-2 tahun ini bisa selesai, Bogor dapat dijadikan contoh sekolah layak. Kami merencanakan paling tidak sebelum 2014 sekolah rusak sudah lunas. Tidak ada lagi," katanya.

Kepada para guru, Mendiknas meminta agar memberikan motivasi belajar kepada peserta didiknya. Menurut dia, jika dokter tidak bekerja profesional maka terjadi malpraktek, sedangkan jika guru tidak profesional maka siswa akan mati akal dan hati. "Kalau murid mati akal dan hati, seumur hidup akan menjadi tidak berguna," katanya.

Pada tahun ini Kabupaten Bogor mendapat bantuan rehabilitasi sembilan ruang kelas untuk tiga SD senilai Rp 590.247.000. Dari jumlah tersebut, SDN Karang Tengah 02 mendapatkan bantuan rehabilitasi sebanyak empat ruang kelas senilai Rp 262.332.000. "Tolong diselesaikan betul (pembangunannya) setelah lebaran, 3-4 bulan harus sudah selesai," kata Mendiknas.

Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kemdiknas Ibrahim Bafadal menyampaikan, SD Karang Tengah 02 mendapatkan bantuan sebanyak empat lokal dengan kategori rusak berat. Dia mengatakan, pada akhir Agustus pihaknya akan meneken kontrak dengan kepala sekolah. "September bisa cair anggarannya dan diberikan waktu tiga bulan. November selesai," katanya.

Dalam kunjungannya, secara khusus Mendiknas memberikan 50 bantuan miskin sebanyak Rp 360 ribu per siswa di sekolah ini. Sebelumnya, sebanyak 24 siswa telah medapatkan kuota beasiswa miskin, sehingga total beasiswa miskin yang diterima sebanyak 74 siswa. Bantuan lain yang diberikan berupa paket belajar bagi 45 siswa senilai Rp 33,7 juta.

SD Karang Tengah 02 terletak di daerah Gurung Pancar Desa Babakan Madang sekitar satu jam perjalanan dari pintu tol Sentul City. Sekolah yang didirikan pada 1977 ini memiliki 502 siswa masuk dua gelombang pagi dan siang.

Bupati Kabupaten Bogor Rahmat Yasin menyampaikan, kebijakan pemerintah tentang wajib belajar sembilan tahun ditindaklanjuti dengan peraturan bupati tentang wajib sekolah. Dia menyebutkan, sebanyak 35 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Bogor telah dialokasikan untuk pendidikan termasuk untuk menggaji 13 ribu guru.

"Anak-anak diwajibkan masuk usia sekolah tanpa ada alasan tidak mampu, bahkan seragam hingga sepatu dialokasikan untuk anak-anak. Kami menyambut baik kebijakan Mendiknas yang berwujud swakelola," katanya.

Adapun secara keseluruhan bantuan sosial yang diberikan untuk Kabupaten Bogor meliputi beasiswa miskin bagi 26.472 siswa, rehabilitasi sembilan ruang kelas (3 SD), pembangunan tiga ruang kelas baru (1 SD), pembangunan perpustakaan (3 SD), peralatan elektronik dan digital intelegency (4 SD), dan bantuan SD standar nasional (4 SD).

Kemudian, bantuan peralatan pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (2 SD), buku pengayaan (27 SD), dan peningkatan mutu pembelajaran SD teknologi informasi dan komunikasi (70 SD). "Walaupun berada di gunung, anak-anak harus belajar IT," kata Mendiknas.

Ibrahim mengatakan, satu paket TIK yang diberikan senilai Rp 30 juta, sehingga total 70 SD sebanyak Rp 2,1 miliar. "Hanya dibantu satu kelas saja, sesuai dengan juknis. Satu kelas akan dikembangkan menjadi kelas TIK," katanya.

Pada tahun ini pemerintah memberikan beasiswa miskin SD bagi 305.135 siswa di Provinsi Jawa Barat senilai Rp 109.848.600.000. Sebanyak 2.117.300 siswa SD negeri dan swasta kelas I s.d. V seluruh Indonesia menerima bantuan ini.

Adapun sumber dana beasiswa miskin SD berasal dari APBN tahun 2011 sebesar Rp.762,228 miliar disalurkan melalui dana dekonsentrasi. Dana beasiswa ini digunakan untuk mendukung biaya pendidikan meliputi pembelian buku tulis, tas, dan alat tulis.

Selain itu, beasiswa digunakan untuk pembelian seragam sekolah/pramuka/olah raga dan sepatu sekolah, juga, biaya transportasi siswa ke sekolah dan uang saku. Jangka waktu penyaluran beasiswa miskin SD mulai bulan Juli s.d 31 Desember 2011 selama satu tahun anggaran 2011.

Sementara jumlah penerima beasiswa miskin jenjang sekolah menengah pertama (SMP) sebanyak 998.212 siswa dengan unit cost per siswa Rp 550 ribu. Total anggaran yang dialokasikan Rp 549,017 miliar.

sumber: Kemdiknas