Pintar Matematika Merupakan Bawaan Lahir ?


Orang yang kemampuan matematikanya buruk kemungkinan sejak lahir dia sudah memiliki keterbatasan menghitung. Ini merupakan hasil penelitian terbaru yang dilakukan tim psikologi di John Hopkins University di Baltimore, Amerika Serikat.
Penelitian yang dilakukan atas siswa prasekolah ini menemukan, kemampuan untuk bekerja dengan angka-angka merupakan bawaan. Para peneliti menyatakan, bakat dalam bidang numerik tidak terkait dengan kecerdasan di bidang lain. Demikian seperti dikutip dari Telegraph, Kamis (11/8/2011).

Penelitian sebelumnya menunjukkan, ‘number sense’ atau dikenal sebagai Sistem Perkiraan Angka, merupakan kemampuan dasar semua binatang. Number sense adalah istilah yang relatif baru dalam pendidikan matematika. Aktivitas ini memandang dan menghitung (angka matematika) dengan cara yang menyenangkan.

Disebutkan, manusia menggunakan angka setiap hari untuk memperkirakan jumlah kursi di bioskop atau orang di keramaian. Penelitian yang dipimpin Dr Melissa Libertus ini merupakan penelitian pertama yang fokus pada anak usia dini dan dinilai terlalu muda untuk belajar matematika. Selama penelitian ini, sebanyak 200 siswa usia empat tahun menjalani beberapa tes.

Untuk menguji kemampuan mereka terhadap angka, anak-anak ini diminta untuk melihat sekelompok titik biru dan kuning yang berkedip di layar komputer. Mereka ditugaskan untuk memperkirakan warna apa yang paling sering muncul.

Tahap berikutnya adalah tes kemampuan matematika. Anak-anak ini harus menghitung jumlah item yang muncul secara verbal di sebuah kertas, menentukan dari dua angka, mana yang lebih besar atau lebih kecil, serta membaca angka arab.

Mereka juga diuji kemampuan penjumlahan dan perkalian, berhitung, dan jumlah konsep seperti berapa banyak sepuluh di angka 100.


Para orang tua dan wali dari anak-anak ini juga diminta menilai kemampuan tulis dan verbal anak. Tes kemampuan bicara diberikan karena kemampuan bahasa dan matematika dianggap terkait dengan kecerdasan secara umum.


Para peneliti ingin memastikan bahwa keberhasilan dalam kemampuan matematika tidak hanya meningkatkan kemampuan mengerjakan segala tugas. Dan hasilnya, peneliti menemukan anak yang mendapat nilai terbaik dalam uji titik warna, juga merupakan yang paling kompeten saat tes kemampuan matematika.

Penelitian menunjukkan anak yang lahir dengan kemampuan ‘number sense’ yang lebih baik, lebih mudah untuk belajar menghitung.

”Kita masih harus belajar tentang hal ini, tapi apa yang kami lakukan membuka jalan untuk penelitian di masa depan dan pendidikan. Salah satu pertanyaan yang paling penting adalah apakah kita bisa melatih ‘number sense’ pada anak untuk meningkatkan kemampuan matematikanya di masa depan?" pungkasnya.


sumber: Okezone