Presiden SBY Minta Prestasi Pendidikan Ditingkatkan

Insan pendidikan berprestasi yang terdiri dari para pendidik dan tenaga kependidikan yang menjadi juara pertama, kedua, dan ketiga tingkat nasional tahun ini, peraih medali olimpiade dan peraih nilai UN tertinggi tingkat SD, SMP maupun SMA tahun 2011 berkesempatan bertatap muka dengan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang.

Presiden bangga kepada para teladan dan putra putri bangsa yang berhasil meraih prestasi maupun yang menjadi juara dalam berbagai perlombaan. " Saya berharap prestasi yang telah dicapai dipertahankan dan ditingkatkan di waktu yang akan datang," kata Presiden SBY dalam Acara "Silaturahim Presiden Republik Indonesia dengan Pasukan pengibar Bendera Pusaka, Pasukan kehormatan Taruna Akademi TNI dan AKPOL, Paduan Suara dan Orkestra Gita bahana Nusantara, dan Para teladan tingkat nasional, dan peserta Lomba dan pameran Foto kebudayaan Indonesia tahun 2011". Acara ini dilaksanakan pada 18 Agustus di Hal D1, Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta. Wakil Presiden Boediono, Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II turut hadir di acara ini.

Presiden SBY mengingatkan, hasil pembangunan tidak ada yang instan dan diperoleh dalam hitungan satu dua hari tetapi merupakan hasil dari proses panjang yang berlanjut dari satu generasi ke generasi lain. "Untuk mencapai masa depan Indonesia yang lebih baik diperlukan keyakinan, persatuan dan semua warga bangsa harus bekerja dengan sungguh-sungguh, bekerja keras dan tidak boleh bermalas-malas."

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh hadir dalam acara apresiasi Bank Mandiri terhadap insan pendidikan yang berprestasi dan berdedikasi dalam acara "Mandiri Peduli Pendidikan, Kesungguhan Dalam Mengisi Kemerdekaan dengan Pendidikan" pada 16 Agustus lalu.

Menteri Nuh mengingatkan agar budaya apresiatif konstruktif terus dikembangkan."Kita biasakan siapa pun yang telah menunjukkan prestasi dan dedikasi akan diberikan penghargaan," ucapnya.

Menteri Nuh menjelaskan, interaksi sosial itu ada tiga kelas. Kelas pertama adalah masih sangat tergantung. Kedua, sudah bebas dan merdeka. Kelas ketiga, interdependece yaitu saling mengisi antara satu sama lain sehingga kelebihan dan kekurangan masing-masing bisa saling tertutupi. "Dan acara ini adalah salah satu bentuk interaksi sosial interdependence," kata Menteri Nuh.

Mendiknas mengingatkan, Indonesia sedang menyiapkan generasi 100 tahun kemerdekaan. "Untuk dapat menciptakan generasi yang siap untuk mengelola bangsa sesuai dengan amanat proklamasi peran insan pendidikan sangat penting."

Direktur Utama Bank Mandiri, Zulkifli Zaini menyatakan, pendidikan akan meningkatkan kualitas bangsa Indonesia dan membawa negara Indonesia diperhitungkan di pentas dunia. "Peran guru sangat vital karena secara langsung mendidik generasi muda Indonesia," ucapnya.

Acara apresiasi kepada insan pendidikan ini diadakan sejak 2005 dan menjadi acara rutin Bank Mandiri setiap tahun. Sebagai bentuk penghargaan kepada guru berprestasi dan berdedikasi, Bank Mandiri memberikan masing-masing tabungan sebesar Rp8 juta rupiah kepada guru, Rp3 juta kepada kepala sekolah, dan Rp2 juta rupiah kepada pengawas sekolah.


source: Kemdiknas