Subhanallah, Santri Ini Berpuasa Selama Tujuh Tahun


Puasa sebulan penuh selama Ramadhan sudah biasa. Akan tetapi, puasa selama bertahun-tahun secara penuh, itu baru luar biasa. Inilah yang dilakukan Faisol (23), santri Pondok Pesantren Syekh Abdulqodir Jaelani, Desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

Ia puasa setiap hari sejak menjadi santri di pondok tersebut tahun 2004 hingga tahun 2011 ini. Saat itu usianya 16 tahun. Awalnya, Faisol hanya berpuasa karena peraturan pesantren mewajibkan santrinya berpuasa. Namun, Faisol melaksanakannya tiap hari. Jadilah, dia pun berpuasa tujuh tahun tanpa henti, kecuali pada dua hari raya yakni Idul Fitri dan Idul Adha, serta hari Tasyik, --hari-hari yang diharamkan puasa.

"Ketika saya berpuasa selama tujuh tahun ini, saya tak pernah terkena penyakit. Badan saya sehat dan fit. Tak hanya badan sehat, saya juga merasa kaya hati dan jiwa selama berpuasa. Saya merasa tentram dan kaya hati. Penyakit hati seperti serakah, iri, dan dengki bisa saya kenali dan saya buang jauh-jauh. Bila pikiran saya melintas persoalan dunia, tiba-tiba ada suara yang menyatakan bahwa dunia itu hanya cobaan semata," kata Faisol di pondoknya, Selasa (9/8/2011).

Namun, kewajiban berpuasa di pondok pesantren (ponpes) tersebut hanya berlaku bagi santriwan/santriwati yang berusia di atas lima belas tahun. Adapun santri yang tidak mampu berpuasa penuh diwajibkan berpuasa seperti Nabi Daud, yaitu sehari puasa dan sehari tidak.

Dalam peraturan di ponpes yang diasuh KH Hafidz Aminuddin tersebut, para santri diwajibkan puasa selama empat tahun. Jika sudah berpuasa empat tahun, maka santri tersebut dinyatakan lulus. Namun bila si santri masih mampu berpuasa lagi, maka puasanya boleh diteruskan, seperti Faisol yang sudah tujuh tahun berpuasa.

Apa tujuan pesantren mewajibkan santrinya berpuasa? "Santri yang sudah lulus puasa dan kembali ke tengah-tengah masyarakat biasanya akan menjadi kiai besar. Bahkan, ia bisa menyembuhkan segala macam penyakit dengan izin Allah SWT," jawab Abdul Halik, Wakil Ketua Pengurus Ponpes Syekh Abdulqodir Jaelani, yang memiliki 1.500 santri putra dan putri tanpa dipungut biaya apa pun.


sumber: Kompas