Banyak Nganggur, Jam Mengajar Guru Ditambah

Pejabat Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN dan RB) mengaku gerah setiap mendengar laporan adanya PNS yang keluyuran saat jam kerja. Tidak terkecuali guru. Karena itu, mereka kini mematangkan rencana menambah jam mengajar untuk satu pekan.

Deputi Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Kemen PAN dan RB Ramli Naibaho menjelaskan, aturan baru soal jam kerja tersebut dimatangkan pihaknya dengan Kementerian Pendidikan Nasional. "Kita dalam satu semangat untuk mendongkrak kinerja aparatur," jelas Ramli.

Ramli lantas menjabarkan opsi penambahan beban mengajar guru itu. Berdasar aturan yang berlaku saat ini, para guru PNS secara umum memiliki 24 jam pelajaran dalam sepekan. Setiap satu jam pelajaran berdurasi 45 menit. Nah, untuk menggenjot kinerja para guru tersebut, beban mengajar akan ditingkatkan menjadi 27,5 jam per minggu.

"Dengan penambahan ini, tidak ada alasan lagi guru PNS yang tidak ada kerjaan," kata Ramli. Seperti yang sering dijumpai, para guru duduk-duduk di kantor atau di kantin sekolah. Bahkan, juga ditemukan laporan adanya guru yang shopping saat jam kerja.

Menurut Ramli, penambahan beban mengajar guru itu masih sejalan dengan semangat reformasi birokrasi. Jika efisiensi dan efektivitas kinerja tersebut bisa dijalankan, Kemendiknas bisa menjalankan reformasi birokrasi, yang ujung-ujungnya, para guru memperoleh tunjangan kinerja atau remunerasi.

"Jangan sebaliknya. Selalu berpikir remunerasi dulu, tetapi tidak mau mengubah semangat bekerja," tutur Ramli.

Penambahan jam mengajar juga diharapkan bisa menjadi solusi jika kebijakan moratorium PNS mengganggu regenerasi aparatur PNS guru. Meski pemerintah sudah menggaransi masih merekrut CPNS guru baru, tidak tertutup kemungkinan stok guru akan menipis. Terutama di daerah-daerah yang selama ini kekurangan guru.


source: JPNN