Daerah Terpencil dan Perbatasan Jadi Prioritas

Kementerian Pendidikan Nasional meningkatkan pengembangan dan memperluas layanan pendidikan di daerah terpencil Indonesia serta wilayah perbatasan dengan negara tetangga. Hal ini telah dilakukan mulai September 2011. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdiknas Prof Dr Khairil Anwar Notodiputro MS mengatakan, daerah-daerah terpencil akan menjadi prioritas perhatian dalam pengembangan pendidikan nasional.

"Pengembangan pendidikan di daerah terpencil penting untuk mencapai pemerataan kesempatan dan akses masyarakat. Mereka yang tinggal di pelosok dan daerah terpencil harus mendapatkan kesempatan pendidikan yang sama dengan yang tinggal di kota," kata Khairil, di sela Lokakarya Nasional "Manajemen Penyelenggaraan UN 2012", di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (24/9/2011).

Khairil mengungkapkan, pemerataan akses dan kesempatan pendidikan sama pentingnya dengan peningkatan kualitas. Selain meningkatkan layanan pendidikan daerah terpencil, Kemdiknas mulai September 2011 juga meningkatkan pengembangan pendidikan di semua wilayah perbatasan NKRI dengan negara-negara tetangga.

"Pada awal September Menteri Pendidikan Nasional M Nuh menandatangani MoU dengan Panglima TNI untuk mengembangkan pendidikan di wilayah perbatasan Indonesia dengan negara-negara tetangga," terangnya.

Dia melanjutkan, selain mengembangkan pendidikan wilayah perbatasan, Mendiknas juga ingin memperluas basis pendidikan di daerah-daerah konflik. Begitu juga dengan daerah-daerah rawan bencana, baik tsunami, gempa bumi, longsor maupun letusan gunung berapi, akan menjadi fokus perhatian.

"Pengembangan pendidikan di daerah terpencil, perbatasan, konflik maupun rawan bencana dilakukan dengan merehabilitasi bangunan yang rusak, membangun gedung baru serta menyiapkan semua sarana maupun sumber daya manusia yang dibutuhkan," papar Khairil.

source: Kompas