Dana BOS Telat, Kemdiknas Sebar Angket

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan Nasional Suyanto mengatakan, proses penyaluran dana bantuan operasional sekolah (BOS) pada triwulan III periode Juli sampai September 2011 semakin lambat. Berdasarkan pemantauannya, daerah terlihat tidak memiliki komitmen atau tidak bisa memegang janjinya untuk menyalurkan dana BOS ke sekolah dengan tepat waktu.

Ia mengaku sangat kecewa terkait dengan keterlambatan penyaluran dana BOS tersebut. Mengingat, saat ini sudah hampir memasuki minggu-minggu akhir di bulan September.

”Masa sampai saat ini, dari 497 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, baru sekitar 200 kabupaten/kota yang sudah menyalurkan. Ini kan keterlaluan sekali karena sudah akhir periode. Benar-benar merupakan hal-hal yang luar biasa menghambat,” kata Suyanto, Kamis (15/9/2011), di Jakarta.

Untuk itu, Kemdiknas mencari tahu penyebab pemerintah kabupaten/kota tidak segera menyalurkan BOS. Salah satu caranya dengan menyebar angket yang bertujuan untuk mengetahui skema penyaluran seperti apa yang diinginkan oleh daerah.

”Sebetulnya yang dikehendaki daerah itu seperti apa? Apakah seperti tahun ini? Ataukah skema 2005-2010? Karena meskipun Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) membuat aturan-aturan untuk melonggarkan APBD ini, itu ternyata tetap tidak bisa memecahkan masalah penyaluran dana BOS,” ungkapnya.

Suyanto menerangkan, saat ini ada beberapa skema untuk menyalurkan dana BOS. Skema pertama, yaitu dana yang berada di Kemdiknas langsung ditransfer ke sekolah. Skema kedua, Daftar Isian Penggunaan Anggarannya (DIPA) tidak berada di Kemdiknas, tetapi di kas negara yang ditransfer ke provinsi dan kemudian ditransfer ke sekolah.

”Sedangkan skema ketiga, yaitu seperti saat ini. Dana dari kas negara langsung ditransfer ke kabupaten/kota yang kemudian ditransfer ke sekolah,” terangnya.

Penyebaran angket BOS tersebut nantinya akan disebar ke dinas pendidikan di masing-masing daerah dan ini sudah melalui rapat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

”Penyebarannya (angket) sudah dimulai di beberapa daerah, seperti Batam, Makassar dan Surabaya,” kata Suyanto.


source: Kompas