FASLI JALAL: Perguruan Tinggi Diharapkan Manfaatkan Sumber Daya Alam

BLOGGER LPMP GORONTALO | Matoduwolo
Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal mengharapkan perguruan tinggi mampu untuk terus memberdayakan dirinya demi memanfaatkan peluang dan tantangan kekayaan sumber daya alam Indonesia.

“Ke depan pemerintah sedang menyiapkan skenario besar. Pada 2025 diharapkan posisi Indonesia masuk dalam 12 negara yang memiliki pengaruh ekonomi dunia,” ujarnya dalam acara 3ES ( Explore Experience Express ) yang diselenggarakan oleh @america di Jakarta, Rabu ( 21/9 ). Acara ini diikuti ratusan orang mahasiswa dari Jakarta dan sekitarnya.

Ketika itu pendapatan per kapita Indonesia mencapai $13.000 per orang per tahun, dan kelak saat Indonesia merayakan satu abad kelahirannya, maka kita akan punya pendapatan per kapita U$4.000 per orang per tahun. Sedangkan jumlah penduduk kurang lebih diperkirakan sekitar 300 juta orang,. “Nilai ini akan memosisikan kita pada nomor 7 atau sejelek-jeleknya nomor 8 negara ekonomi terbesar, “ ujar Fasli.

Fasli mengungkapkan, mimpi ini bukan jatuh dari langit melainkan sebuah usaha telah berproses panjang, “Ini berdasarkan tren yang sudah kita jalani dan hasil dari 10 tahun reformasi berjalan.” Melihat susunan skenario ini, Fasli menegaskan bahwa perguruan tinggi sebagai penghasil individu madani tentu memegang peranan yang vital.

Dalam paparannya, Fasli menuturkan bahwasanya dalam lembar sejarah, perguruan tinggi memiliki proses pertumbuhan yang cukup pesat. Perguruan tinggi di Indonesia pada awal kehadirannya, yaitu sekitar abad ke 20 awal, memang masih bersifat elitis. Hal ini terlihat dari jumlahnya yang hanya sekitar 200 orang saja mahasiswanya. Pertumbuhannya dimulai pada 1961, hal ini ditandai dengan UUD yang mewajibkan setiap provinsi di Indonesia memiliki satu universitas negeri. “Maka yang mulanya hanya UI, UGM, IPB, ITB dan UNAIR melompat hingga menjadi 23 universitas, pada waktu itulah angka partisipasi kita mulai merangkak naik, “ ujar mantan Dirjen Pendidikan Tinggi ini.

Pertumbuhan angka partisipasi makin menaik signifikan, pada tahun 1975, saat itu jumlah mahasiswa di Indonesia sudah mencapai angka 230 orang. Sepuluh tahun kemudian, jumlahnya kembali meningkat mencapai 1.1 juta mahasiswa. “Pertumbuhan ini diakibatkan pula oleh dorongan lahirnya perguruan tinggi swasta.” Saat ini jumlah mahasiswa di Indonesia sekitar 5,3 juta orang.



source: Kemdiknas