Mendiknas Resmikan Politeknik di Wilayah Perbatasan

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh meresmikan penegerian Politeknik Negeri Nusa Utara (Polnustar) di Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, Minggu (11/09). Kehadiran Polnustar sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah perbatasan.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pembukaan selubung papan nama kampus Polnustar oleh Mendiknas Mohammad Nuh. Turut mendampingi Mendiknas pada acara peresmian Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi E.E Mangindaan, Ibu Laily M.Nuh, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiknas Djoko Santoso, dan Direktur Kelembagaan dan Kerja Sama Ditjen Dikti Achmad Jazidie. Sebelum acara peresmian, dilakukan pembacaan Surat Keputusan Mendiknas tentang Penetapan Pejabat Sementera Direktur Polnustar. Pejabat yang diangkat adalah Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi Siegfried Berhimpon.

Mendiknas menyampaikan, pembangunan pendidikan di daerah perbatasan difokuskan pada dua hal yaitu daerah perbatasan dan terluar telah lama belum mendapatkan perhatian. Kedua, kata Mendiknas, ada perubahan strategi percaturan negara. "Hubungan antarnegara tidak semata-mata ditentukan oleh hubungan antaribukota, tetapi hubungan keseharian yang ditentukan di daerah perbatasan," katanya.

Mendiknas mengatakan, daerah perbatasan harus lebih baik dibandingkan dengan daerah perbatasan milik negara tetangga. "Mulai tahun ini pemerintah menegerikan perguruan tinggi, sekaligus memperkuat pendidikan dasar di daerah perbatasan."

Mendiknas berharap, agar di daerah perbatasan ada pusat unggulan pendidikan pengembangan sumber daya manusia (SDM) sesuai potensi SDM yang dimiliki masing-masing daerah. Menurut Mendiknas, di daerah perbatasan yang paling kuat berbasis pada kelautan. Jurusan atau bidang studi yang dibuka juga terkait bidang kelautan. Hal lainnya yang dinilai memiliki kelebihan di daerah ini adalah dari sisi budaya.

"Keramahannya kuat maka pendidikan berbasis keramahan seperti perawat dan kebidanan mejadi salah satu bagian atau kekuatan yang dikembangkan. Mudah-mudahanan tidak terlalu lama politeknik ini bisa sebagai politeknik rujukan pengembagan SDM, sekaligus mewakili indonesia berkomunikasi dengan Filiphina," kata Menteri Nuh.

Bupati Kepulauan Sangihe Winsulangi Salindeho menyampaikan, ada banyak lulusan sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) setiap tahun yang tidak dapat mengikuti pendidikan di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) atau Universitas Negeri Manado (Unima). "Dengan hadirnya Polnustar ini kami berupaya agar lulusannya menjadi pencipta lapangan kerja dan bukan pencari lapangan kerja. Kami juga berterima kasih adanya program beasiswa Bidik Misi sangat membantu anak dari keluarga miskin. Mereka ada keinginan keras melanjutkan ke perguruan tinggi," katanya.

Siegfried menyampaikan, politeknik ini berdiri pada 2006 sebagai pt baru di kawasan Nusa Utara dengan nama Politeknik Nusa Utara sebagai perubahan nama dari Akademi Keperawatan. Pada awalnya, politeknik ini memiliki dua jurusan dan empat program studi. "Jurusan Kesehatan dengan program studi Keperawatan dan Jururan Perikanan dan Kebaharian dengan program studi Teknologi Penangkapan Ikan, Teknologi Pengolahan Hasil Laut, dan Teknologi Budidaya Ikan," katanya.

Kemudian pada Desember 2006 diterbitkan SK Dirjen Dikti untuk menyelenggarakan jurusan baru yaitu Jurusan Sosial Komunikasi dengan program studi Sistem Informasi. Siegfried menyebutkan, jumlah mahasiswa aktif pada tahun 2010/2011 sebanyak 1.211 orang ditambah 384 mahasiswa baru angkatan 2011/2012. "Mahasiswa di sini ada yang berasal dari Bitung dan Gorontalo bahkan 12 orang dari Filiphina," katanya.

Adapun jumlah staf pengajar di Polnustar sebanyak 67 orang terdiri atas dosen tetap yayasan, dosen kontrak, serta dosen luar biasa yang didatangkan dari Unsrat dan Unima.

Siegfried mengatakan, kerja sama dilakukan dengan instansi pemerintah, perusahaan, dan rumah sakit. Bahkan, kata dia, Polnustar telah menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Internasional Brokenshire Hosital di Filiphina. "Mahasiswa Keperawatan mendapatkan kesempatan praktek klinik selama dua bulan. Selain melengkapi karya tulis ilmiah yang ditulis dalam bahasa Inggris mereka memperoleh empat sertifikat internasional untuk kompetensi tertentu," katanya.

Berdasarkan hasil evaluasi tahun 2006, dari sekitar 2.000 tamatan SMA/SMK di tiga kabupaten masing-masing Kabupaten Sangihe, Kabupaten Talaud, dan Kabupaten Sitaro diterima di pt Manado dan sekitarnya hanya 30 persen. Sebanyak 10 persen mendapatkan pekerjaan, dan sisanya 60 persen atau 1.200 orang tidak melanjutkan sekolah terutama disebabkan faktor ekonomi. Hal ini mendorong pemerintah dan masyarakat di ketiga kabupaten tersebut mendirikan pt di Tahuna.

Polnustar diharapkan dapat memajukan dunia pendidikan dan berimbas terhadap percepatan pembangunan di Sangihe. Para lulusan sekolah menengah kini dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi di daerahnya sendiri. Mereka tidak harus menempuh kuliah ke Manado, sehingga dapat menekan biaya pendidikan menjadi lebih murah.

Kabupaten Kepulauan Sangihe terletak di antara Pulau Sulawesi dengan Pulau Mindanao, Filiphina dan berada di bibir Samudera Pasifik. Sebanyak 85 persen wilayahnya terdiri atas laut. Visi Kabupaten Sangihe 2007-2011 adalah mewujudkan Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagai beranda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sejahtera. Wilayah kabupaten ini meliputi lima klaster, yaitu Klaster P. Tatoareng, Klaster Dagho, Klaster Tahuna, Klaster Manalu, dan Klaster P. Marore.

Peresmian politeknik ini merupakan rangkaian peresmian sejumlah kampus di pulau terluar lainnya di Indonesia. Pada bulan lalu Mendiknas meresmikan Universitas Borneo, Kota Tarakan, Kalimanta Timur menjadi universitas negeri. Sebagai bukti keseriusan dalam mendukung universitas ini, pemerintah mengucurkan dana pendukung sebanyak Rp 25 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan.

Langkah strategis dari perspektif geopolitik dan inklusivitas pembangunan ini dirancang untuk memperkuat dunia pendidikan di daerah perbatasan. Kota Tarakan merupakan kota terbesar di wilayah Kalimantan Timur yang berbatasan dengan Malaysia, Brunei Darussalam, dan Filiphina.

Sebelumnya, pada November tahun lalu di Jayapura, Papua, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan lima perguruan tinggi negeri yakni, Universitas Musamus Merauke, Universitas Borneo Tarakan, Universitas Bangka Belitung, Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung, dan Politeknik Negeri Batam. Lokasi seluruh perguruan tinggi yang diresmikan itu berada di wilayah perbatasan negara.


source: Kemdiknas