Olimpiade Sains Nasional X Tingkat Pelajar Digelar

Olimpiade Sains Nasional (OSN) X 2011 Tingkat Pelajar digelar mulai 12-16 September 2011 di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara. Pembukaan acara dilaksanakan di Convention Center Hotel Grand Kawanua, Manado Senin (12/09) pagi.

Agenda tahunan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) ini diselenggarakan sebagai sarana mengembangkan kreativitas siswa dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus sebagai sarana untuk menumbuhkembangkan semangat berkompetisi dan tradisi berprestasi baik di tingkat nasional maupun internasional.

Pembukaan acara dibuka dengan paduan suara SMA Negeri 9. Paduan suara sekolah ini meraih perak Tingkat Asia Pasifik di Cina pada Juni 2011. Persembahan berikutnya adalah Tari Nusantara dari SMA Negeri 1 Manado. Tari Nusantara adalah medley beberapa tari di Indonesia yang menggambarkan keanekaragaman dan kekayaan budaya Indonesia.

Mendiknas dalam sambutan pembukaan menyampaikan, dalam kompetisi ada tiga nilai tersembunyi yaitu nilai untuk berusaha, kejujuran dan ketaatan terhadap norma, dan ketiga kreativitas dan prestasi. "Yang menang bukan sekadar bisa, tetapi di samping mampu menjawab pertanyaan di situ ada kreativitas dan inovasi," katanya.

Mendiknas mengatakan, OSN menjadi penting karena bagian dari usaha untuk menumbuhkan tradisi dan budaya keilmuan, serta membangun peradaban. Oleh karena itu, OSN tidak boleh hanya diselenggarakan begitu saja, tetapi penyelenggaraan OSN termasuk olimpiade seni dalam bingkai membangun peradaban. "Sekarang ini yang masih harus didorong lebih kuat yaitu bagaimana mencari bibit-bibit yang tersebar di seluruh negeri. Harus mulai dari pembibitan , penanaman, perawatan sampai dengan pengembangan. Dari situ tumbuh jago di bidang sains dan seni," katanya.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kemdiknas Hamid Muhammad melaporkan, tuan rumah penyelenggaraan OSN X adalah Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Utara. kegiatan OSN X di Manado kali ini diikuti oleh sekitar 1.136 peserta didik terdiri atas jenjang sekolah dasar (SD) 198 orang, Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar (PKLK-Dikdas) 132 orang, sekolah menengah atas (SMA) 707 orang, dan PKLK Pendidikan Menengah (PKLK-Dikmen) 99 orang.

"Mereka yang telah hadir pada hari ini adalah para peserta unggulan yang telah melewati seleksi sangat ketat di daerahnya masing-masing dan siap berlomba untuk menjadi yang terbaik pada tingkat nasional dalam bidang matematika, komputer/informatika, fisika, biologi, kimia, astronomi, kebumian, dan ekonomi," kata Hamid

Adapun untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP) telah dilaksanakan pada Juli lalu dikarenakan para juara terpilih untuk mengikuti olimpiade tingkat internasional harus mengikuti pelatihan selama tiga bulan. "Para juaranya kini sedang mengikuti pelatihan selama tiga bulan sebelum diikutkan dalam olimpiade internasional pada Oktober 2011 mendatang," kata Hamid.

Memasuki satu dasawarsa pelaksanaan OSN, untuk pertama kalinya unsur guru akan diikutsertakan sebagai peserta. Hal ini sangat penting mengingat peran guru sangat strategis untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas. "Untuk pertama kalinya OSN di Manado tahun ini diikuti oleh unsur guru sebanyak 80 orang yang berasal dari jenjang pendidikan menengah, yang akan berlomba di bidang matematika dan bidang fisika. Mudah-mudahan pada pelaksanaan OSN mendatang guru jenjang SD bisa turut mengikuti," kata Hamid.

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Djouhari Kansil menyampaikan, kegiatan OSN memberikan dorongan dan motivasi kepada warga pendidikan sebagai pemicu prestasi di masa mendatang. Ajang ini, kata dia, dapat dijadikan sebagai wadah penjaringan dan pembinaan bibit sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas. "Kita akan melihat anak-anak dan guru berprestasi di masing-masing lembaga berkompetisi dan diuji kemampuan intelektualnya," katanya.

Pada pembukaan OSN dirangkai penyerahan Anugerah Pendidikan Inklusi kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo, serta kepada sejumlah sekolah dan individu yang selama ini berjasa dalam pengembangan pendidikan inklusi di Tanah Air. Rangkaian kegiatan OSN juga akan diisi dengan berbagai jenis kegiatan lain yakni, seminar nasional pendidikan, pameran pendidikan, dan kegiatan wisata edukasi.

Pada tahun 2002 untuk pertama kali OSN diselenggarakan di Daerah Istimewa Yogyakarta, disusul kemudian di Balikpapan, Pekanbaru, DKI Jakarta, Semarang, Surabaya, Makassar, dan tahun 2009 kembali di Jakarta, serta terakhir tahun 2010 di Medan. Dari tahun ke tahun, penyelenggaraan OSN telah berkembang menjadi sarana terbaik dalam mencari tunas-tunas bangsa yang berprestasi membanggakan di berbagai kompetisi sains pada level internasional.



source: Kemdiknas