Penerima Beasiswa Unggulan Pegawai Kemdiknas, Tahun 2011 Sebanyak 37 Orang

Pada 2011 Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) melalui program Beasiswa Unggulan memberikan beasiswa bagi pegawai di lingkungan Kemdiknas. Beasiswa yang diberikan meliputi biaya penuh terdiri atas biaya pendidikan dan biaya nonpendidikan meliputi biaya hidup, tunjangan buku, tunjangan operasional, tunjangan penelitian, dan biaya transport.

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh menyampaikan, Kemdiknas memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada keluarga besar Kemdiknas nondosen untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensinya. "Peningkatan kompetensi tidak bisa ditawar. Kawan-kawan ini nanti pada 5-10 tahun mendatang akan menggantikan kita semua," katanya saat memberikan pembekalan kepada para pegawai Kemdiknas penerima Beasiswa Unggulan di Kemdiknas, Jakarta, Jumat (9/09/2011).

Pada tahun ini sebanyak 121 pegawai Kemdiknas mengikuti seleksi penerimaan program Beasiswa Unggulan. Sebanyak 37 orang dinyatakan lulus menerima beasiswa pada tahun ini. Dari jumlah tersebut sebanyak tujuh orang diterima di universitas luar negeri dan 30 orang di universitas dalam negeri. Sebanyak 84 orang akan dipersiapkan untuk menerima beasiswa pada tahun depan. "Ini satu kesempatan bagus. Kami berbahagia dan memberikan dukungan. Tahun depan kita dorong lebih banyak lagi yang keluar (negeri)," kata Menteri Nuh.

Berdasarkan data Biro Kepegawaian Kemdiknas, jumlah staff di lingkungan Kemdiknas per 31 Desember 2010 mencapai 4.327 orang. Jenjang pendidikan pegawai masing-masing untuk kualifikasi D3 311 (7,2%) orang, S1 2.909 (67,2%) orang, S2 994 (23%) orang, dan S3 113 (2,6%) orang.

Koordinator Beasiswa Unggulan Abe Susanto mengatakan, program Beasiswa Unggulan yang diselenggarakan sejak 2006 sampai saat ini telah membiaya sebanyak 8.059 mahasiswa baik di dalam maupun luar negeri senilai Rp 550 miliar. Pada tahun ini, anggaran beasiswa unggulan melalui Anggaran dan Pendapatan Belanja Negarai (APBN) sebanyak Rp 112 miliar untuk 2.500 mahasiswa. "Jumlahnya meningkat menjadi Rp 139 miliar setelah APBN Perubahan," katanya.

source: Kemdiknas