Siswa Berkebutuhan Khusus Bisa Berprestasi di Sekolah Reguler

Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal menerima kunjungan Dian Inggrawati Soebangil, lulusan SMK Santa Maria Jakarta, yang terpilih sebagai Runner Up kedua dalam ajang Miss Deaf World 2011.

Meski memiliki keterbatasan sebagai gadis tuna rungu, Dian berhasil menyelesaikan studinya di SMK umum (regular), yaitu SMK Santa Maria, dengan hasil akademik yang baik. Bahkan sekarang ia telah menyandang gelar Sarjana Ilmu Komunikasi.

Keberhasilan Dian dalam bidang akademik maupun di ajang internasional menunjukkan bahwa SMK reguler pun bisa menerima siswa berkebutuhan khusus. Meski guru-guru yang mengajar di SMK reguler tidak berasal dari guru dengan pendidikan sekolah luar biasa, mereka mampu membimbing siswa berkebutuhan khusus. “Program inklusi yang dijalankan tidak mudah, karena seringkali dipandang sebelah mata,” ujar Kepala SMK Santa Maria, Sri Purnami Mulyaningsih.

Wamendiknas Fasli Jalal mengatakan, perlu adanya upaya untuk mengadakan pertemuan dengan orangtua maupun para fasilitator tuna rungu untuk berbagi pengalaman. “Bagaimana caranya menyalurkan bakat dan minat mereka supaya lebih tepat. Dengan adanya kebutuhan khusus di suatu bidang, biasanya oleh Yang Maha Kuasa dikompensasi di bidang lain. Kompensasi ini yang kita maksimalkan,” ujar Fasli.

Tari, Ketua Program Tata Busana, program yang dipilih Dian saat bersekolah di SMK Santa Maria mengatakan, Dian merupakan siswa berprestasi. Dalam keseharian, pergaulannya dengan guru dan teman-temannya juga baik. “Dari sisi akademis, Dian tidak pernah patah semangat. Keterampilannya membuat pola, dan hasil jahitannya sangat bagus dan rapi,” tutur Tari.

Wamendiknas Fasli Jalal memberikan apresiasi kepada Kepala SMK Santa Maria dan guru-guru yang telah membimbing beberapa anak berkebutuhan khusus yang belajar di sekolah tersebut. Kepala SMK Santa Maria, Sutina, menjelaskan, salah satu kendala dalam menampung anak berkebutuhan khusus di sekolah umum adalah saat ujian nasional (UN). Sebelum UN digelar, pihak sekolah harus melapor kepada panitia penyelenggara UN supaya anak-anak berkebutuhan khusus di sekolah mereka tetap dapat mengikuti UN dengan cara yang cocok bagi anak-anak tersebut. Namun hal tersebut dari tahun ke tahun bisa dijalani dengan baik.

Dian Inggrawati Soebangil berhasil meraih juara tiga pada “Miss Deaf World 2011″ yang diselenggarakan di Congress Hall Top Hotel Praha, Ceko, pada 8 Juli 2011. Miss Deaf Indonesia 2011 ini menampilkan tari Lenggang Nyai dari Betawi. Pemilihan Miss Deaf World tahun 2011 merupakan yang ke-11 kalinya dan diikuti oleh 38 negara. Tahun 2011 ini adalah keikutsertaan Indonesia yang pertama kali.

Tujuan penyelenggaraan acara untuk memberikan semangat kepada para penyandang tuna rungu agar merasa tidak berbeda dengan yang lainnya, dan menunjukkan kepada dunia bahwa meskipun mereka menderita tuna rungu tetapi mereka mempunyai kesempatan yang sama untuk berprestasi.


source: Kemdiknas