Bahasa Indonesia Berpeluang Menjadi Bahasa Internasional

Peluang bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional cukup besar. Kepala Badan Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Agus Dharma mengatakan, hal tersebut disebabkan karena pihak UNESCO sudah sangat mengetahui bagaimana posisi Indonesia di mata dunia.

Faktor penunjang lainnya, Agus menyebutkan bahwa Indonesia saat ini sudah memiliki lebih dari 150 pusat bahasa dan kebudayaan Indonesia di 48 negara di dunia.

“Ini sudah cukup lama dirintis oleh Indonesia. Kita sudah punya lebih dari 150 pusat bahasa dan kebudayaan Indonesia yang tersebar di 48 negara,” ungkap Agus ketika ditemui di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Selasa (15/11).

Agus mengungkapkan, belum lama ini pihaknya menerima perwakilan dari Universitas Universitas Guangdong dari China. Dikatakan, universitas tersebut ingin meningkatkan studi Indonesia termasuk pembelajaran bahasa Indonesia di kampusnya.

“Jadi upaya yang kita lakukan tidak hanya dari sisi lembaga tetapi upaya meningkatkan minat individu-individu setiap negara juga terus dilakukan. Contoh lainnya, orang-orang Rusia sangat suka dengan kebudayaan Indonesia,” imbuhnya.

Namun begitu, ia juga tidak mau terlalu menaruh harapan yang terlalu tinggi di mana Bahasa Indonesia bisa bersaing dengan Bahasa Inggris. Menurutnya, kita harus melihat bagaimana sejarahnya penyebaran bahasa Inggris.

“Intinya, harus ada penguatan dulu dari dalam diri bangsa Indonesia sendiri. Sehingga, bahasa Indonesia isa berkembang dengan sendirinya di seluruh dunia,” tukasnya.

Diungkapkan, belum lama ini ada permintaan dari beberapa negara kepada Indonesia untuk membangun pusat-pusat bahasa dan kebudayaan di negara-negara tersebut, Salah satunya, Mesir.

“Sebenarnya, pendirian pusat-pusat bahasa Indonesia tidak harus menungggu negara lain meminta. Akan tetapi kita juga harus aktif untuk bisa bekerjasama dengan negara lain dan mendirikan bahasa di negara tersebut. Tapi, dalam pendiriannya harus disesuaikan dengan anggaran yang ada,” jelas Agus.


source: JPNN