MENDIKBUD: Anak Indonesia Bisa Kuliah Hingga Semester II

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengungkapkan rasa bangganya terhadap data UNDP terkait indeks pembangunan manusia (IPM) Indonesia yang menunjukkan angka 13,2 tahun. Menurut Nuh, dengan IPM itu artinya rata-rata harapan sekolah anak-anak Indonesia bisa selama 13,2 tahun.

“Dari data UNDP tersebut menunjukkan bahwa artinya anak-anak sekarang itu bisa menyelesaikan sekolah sampai pendidikan tinggi semester kedua terhitung sejak masuk SD. Berarti ini sudah benar, tahun sebelumnya, rata-rata harapan sekolah Indonesia hanya mencapai 12 tahun saja,” ungkap Nuh ketika ditemui di ruang kerjanya di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Selasa (15/11).

Nuh menjelaskan, dalam proses penghitungan IPM tersebut UNDP menggunakan dua ukuran. Pertama, ukuran yang sifatnyta backward atau sebelumnya. Kedua, ukuran yang sifatnya forward atau selanjutnya. “Inilah yang akan masuk di dalam indek edukasi. Jadi UNDP melihat apa saja yang telah dilakukan oleh Indonesia dan apa harapan serta optimisme Indonesia ke depannya,” jelasnya.

Mantan Rektor ITS ini menerangkan, ukuran yang digunakan UNDP di sisi backward menggunakan ukuran usia 25 tahun ke atas dan ketemu angka indeks 5,8 tahun. Sedangkan, di sisi forwardnya, lanjut Nuh, yaitu yang terkait dengan usia sekolah itu angkanya 13,2 tahun.

Menurutnya, pemerintah Indonesia ke depannya menargetkan akan menaikan 2 grade. Bagaimana caranya ? Nuh menjawab, angka drop out atau putus sekolah itu tidak boleh terjadi. “Karena kalau itu terjadi, akan menjadi beban dalam penghitungan indeks edukasi. Maka dari itu, yang DO akan menjadi faktor beban yang harus di selesaikan oleh pemerintah,” tukasnya.

Oleh karena itu di tahun 2012 nanti pemerintah akan menggenjot pemberian beasiswa dan pembenahan tata kelola beasiswa. Angka putus sekolah selama ini didominasi oleh tidak adanya biaya yang dimiliki oleh masyarakat atau karena tidak adanya jaminan siswa akan mendapatkan beasiswa sehingga membuat orangtuanya memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah si anak.

Mekanisme pemberian beasiswa ini, setiap anak sejak masuk SD sudah diberikan jaminan bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. "Kalau ada jaminan mendapatkan beasiswa, maka dia akan merasa tenang. Ini berlaku bagi semua siswa miskin. Kita mulai dulu dari jenjang SD karena semua anak berhak atas pendidikan dasar," kata Nuh.




source: JPNN