MENDIKBUD: Satu Murid, Satu Pohon

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Medikbud) Mohammad Nuh bersama dengan Menteri Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan melakukan kerjasama dalam program gerakan penanaman pohon. Gerakan ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antar kedua menteri tentang Peran Serta Peserta Didik, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan dalam Menyukseskan Gerakan Penanaman Pohon di Gedung Manggala Wana Bakti, Kementerian Kehutanan, Jakarta, Selasa (15/11).

Nuh mengatakan, hal ini bertujuan agar meningkatkan kesadaran masyarakat untuk gemar menanam pohon berkembang dan meluas di seluruh daerah di Indonesia. “Kesadaran tersebut harus dilandasi dengan semangat untuk melakukan rehabilitasi hutan, lahan, dan lingkungan. Peran aktif peserta didik dibutuhkan dalam menyukseskan gerakan penanaman pohon,” ungkap Nuh.

Nuh menyampaikan, inisiatif bersama perlu dilakukan dalam rangka mengkonservasi dan mengembangkan lingkungan hidup. Hal ini, kata Nuh, dilandasi dengan kecintaan terhadap lingkungan termasuk di dalamnya menanam pohon. "Anak-anak harus dididik, dibiasakan, dan ditradisikan, sehingga membentuk kultur sayang terhadap lingkungan dan tanaman," katanya.

Dikatakan, kedua kementerian sepakat bekerjasama untuk menumbuhkembangkan budaya lingkungan hijau melalui gerakan menanam dan memelihara pohon sejak usia dini, melalui peran serta secara aktif para peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.

“Kegiatan dimulai pada jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi di lingkungan sekolah/kampus dan lokasi lain yang ditentukan bersama di seluruh Indonesia,” paparnya.

Dalam waktu dekat, lanjut Nuh, sekolah-sekolah yang ada di seluruh negeri akan didistribusikan bibit dari Kementerian Kehutanan. Selanjutnya, bersama-sama menanam dengan pendampingan oleh guru.

"Secara teknis misalnya, anak-anak yang barus masuk SD, SMP, SMA bahkan perguruan tinggi akan diberikan bibit pohon secara gratis oleh Dinas Kehutanan di kabupaten/kota yang kemudian para siswa baru tersebut diwajibkan untuk menanam bibit tersebut di lingkungan sekolah maupun kampusnya. Terutama yang berdekatan dengan lahan kosong dan bukit-bukit," katanya.



source: JPNN