Tak Ada Anggaran, Evaluasi RSBI Batal

Evaluasi operasional sekolah berstatus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) kemungkinan besar akan molor sampai batas waktu yang tidak dapat ditentukan. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud) Chairil Anawar Notodiputro mengatakan, hal tersebut disebabkan karena program evaluasi RSBI tersebut terkena dampak efisiensi pendanaan atau anggaran.

“Mengenai evaluasi RSBI, sampai saat ini belum mendapatkan hasil terakhir. Selain masalah ini merupakan masalah serius yang harus dibahas dalam waktu yang lama, tetapi juga terbentur dampak efisiensi pendanaan. Jadi agak terhambat,” ungkap Chairil ketika ditemui di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Kamis (10/11).

Dikatakan, efisiensi anggaran tersebut merupakan permintaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh. Selain itu, proses APBN sendiri harus memakan waktu yang lama dan relatif bulan Agustus baru selesai penganggarannya. “Maka itu, kami tidak bisa bergerak jika tidak ada anggarannya,” imbuhnya.

Chairil juga mengakui, jika ketertarikan masyarakat terhadap RSBI memang agak menurun dan itu dinilai wajar. Mengingat, ternyata ada beberapa RSBI yang hanya menjual nama tanpa menjual prestasi, mutu atau kualitas yang baik.

“Pendapat saya pribadi, pemikiran masyarakat sangat rasional. Ketika harus membayar mahal, ternyata tidak mendapatkan mutu. Wajar jika (RSBI) ditinggalkan. Namun, bagaimaana hasil penelitiannya, kami belum bisa menjawab,” jelasnya.

Lebih jauh Chairil menambahkan, pihaknya tidak ingin mengeluarkan suatu keputusan yang terkesan instan. Masalah evaluasi RSBI ini, lanjut Chairil, harus dikaji secara serius. Selain itu, meskipun sudah melakukan uji publik, namun belum dapat ditemukan kesimpulannya.

“Pemerintah tentunya tetap ingin ada pendidikan yang berkualitas dengan standar internasional. Namun, kita belum bisa menyatakan apakah akan tetap mempertahankan atau menghilangkan RSBI. Kita lihat kelebihan dan kekurangannya dulu. Nanti bulan depan (Desember) ada diskusi lagi mengenai RSBI ini. Kita lihat hasilnya nanti ya,” ujarnya.


source: JPNN