VIDEO: Siswi SMA Ini Dianiaya dan Direkam

Penyidik Reserse Kriminal Polres Palu mengaku telah memeriksa enam saksi dalam kasus penganiayaan terhadap seorang siswi Sekolah Menengah Atas ternama di Ibu Kota Sulawesi Tengah ini.

"Hingga hari ini, kami telah memeriksa sebanyak enam orang saksi atas kasus penganiayaan itu," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Palu AKP Pangucap Priyo Sugito di Palu, Kamis (17/11/2011).

Priyo menyebutkan, keenam saksi diperiksa penyidik itu masing-masing empat orang yang berada dalam mobil saat penganiayaan, termasuk perekam video kekerasan tersebut.

Selanjutnya dua saksi lainnya adalah saksi korban sendiri berinisial Ri dan ibu kandungnya. Saksi terakhir yang diperiksa penyidik adalah bernama Iya, teman korban dan juga tersangka yang berlangsung pada Rabu (16/11/2011) di Mapolres Palu.

Selain keenam saksi, polisi juga akan segera memeriksa dua pelaku penganiayaan itu yakni berinisial LN alias GN dan AZ alias IK. Menurut dia, pemeriksaan terhadap kedua pelaku itu dijadwalkan akan berlangsung pada Sabtu (19/11) setelah sebelumnya dilayangkan surat panggilan pertama.

"Kalau dilihat dari jadwal surat panggilan pemeriksaannya, kedua pelaku itu sudah janji akan diperiksa pada Sabtu pekan ini dengan status sebagai tersangka," kata orang pertama di Satuan Reserse Kriminal Polres Palu itu.

Meski belum diketahui pasti kapan dan dimana lokasi kejadian penganiayaan itu, namun kasus penganiayaan terhadap korban berinisial Ri, seorang siswi salah satu SMA ternama di Kota Palu itu dilakukan di dalam sebuah mobil.

Atas perbuatannya, kedua tersangka siswi itu dituduh melanggar pasal 80 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak serta pasal 170 dan 351 KUHP tentang penganiayaan.

Kasus penganiayaan itu mulai terkuak setelah muncul dan beredarnya video kekerasan di jejaring sosial dalam kurun waktu dua pekan terakhir.

Video berdurasi 9 menit 41 detik itu menayangkan aksi kekerasan terhadap siswi sesama rekan sekolah. Korban Ri yang terlihat masih mengenakan seragam sekolah itu tidak melawan dan pasrah saat dirinya dianiaya.

Diduga kuat, korban dianiaya oleh dua tersangka secara bergantian itu karena dipicu masalah rebutan pacar. Dari informasi yang dihimpun wartawan menyebutkan, saat terjadi penganiayaan di dalam mobil, terlihat tujuh perempuan yang masih berstatus sebagai pelajar masing-masing dua tersangka berada di kursi depan.

Selanjutnya yang duduk di bagian tengah terdapat dua siswi yakni korban Ri dan DT. DT inilah yang terlihat merekam saat kedua tersangka menganiaya korban secara bergantian.

Sementara di bagian kursi belakang mobil terlihat tiga siswi sedang asyik duduk santai sambil menertawai aksi penganiayaan tersebut.


source: Kompas