Pakai Tablet, Universitas Krida Wacana Kuliah Tanpa Buku

Universitas Krida Wacana (Ukrida) Jakarta merintis pendidikan tanpa kertas atau paperless. Tidak ada lagi buku-buku pelajaran yang berat bagi mahasiswa Ukrida karena para mahasiswa memakai tablet ramping Motorola XOOMTM ke dalam kelas.

Menggunakan OS AndroidTM 3.2 Honeycomb produksi Google, tablet peraih bermacam penghargaan ini menjadi satu-satunya perangkat yang dibutuhkan untuk mengakses semua materi kuliah di universitas tersebut.

Langkah progresif ini membuat UKRIDA berinisiatif untuk menggunakan tablet genggam menggantikan buku teks tradisional. Selain itu, tujuan program ini adalah menggunakan Motorola XOOM sebagai perangkat utama interaksi antara staf akademis dan para mahasiswa, serta memprioritaskannya melebihi komputer pribadi.

Para mahasiswa dan dosen akan menggunakan Motorola XOOM untuk tugas-tugas yang biasanya menggunakan komputer seperti mengirim surat elektronik, menjelajahi internet, membuat atau mengedit dokumen, spreadsheet atau presentasi, serta untuk evaluasi ujian. Pada saatnya nanti tablet ini akan digunakan dalam seluruh proses belajar mengajar di Ukrida.

"Kami hendak menciptakan sebuah konsep belajar baru, yang dikenal dengan E-Learning," kata Rektor Ukrida Aristarchus Sukartodi jakarta, Senin (19/12/2011).

Menurut Aristarchus, perangkat tersebut akan menjadi perangkat utama yang dibutuhkan untuk semua kuliah beserta materi kuliahnya dan komunikasi dengan universitas akan dapat diakses melalui perangkat ini. "Di masa depan, mahasiswa kami tidak perlu lagi membeli buku pelajaran, atau bekerja melalui komputer, cukup dengan mengunduh semua materi ke dalam tablet mereka," kata Aristarchus.

Motorola XOOM dipasok oleh rekanan lokal Motorola, PT Harrisma Informatika Jaya dan Ukrida mengharapkan program ini dapat diaplikasikan secara menyeluruh pada tahun 2013. Ukrida berencana menyediakan Motorola XOOM untuk seluruh mahasiswa dan dosen dengan harga bersubsidi, dimulai dengan 600 unit awal di bawah Program E-Learning.

Rencana berikutnya adalah melanjutkan program ini untuk seluruh mahasiswa tingkat akhir yang berjumlah sekitar 5.000 mahasiswa beserta para dosennya.

"Kami sangat bangga bisa bekerja sama dengan Ukrida dalam usaha mereka memajukan dunia pendidikan," ujar Robert van Tilburg, senior regional sales director untuk Motorola Mobility di Asia Selatan.

Robert menjelaskan, Motorola XOOM didesain sesuai sudut pandang para pengguna, ukuran serta kinerjanya menjadikan alat ini perangkat belajar yang ideal, sehingga mampu menambah tingkat interaksi antara mahasiswa dengan dosen. Untuk mengakses materi kuliah atau melakukan riset melalui internet.

"Motorola XOOM adalah perangkat sempurna bagi mahasiswa, berkat tampilannya yang mudah digunakan, kecepatan, grafis yang terang, serta dukungan untuk aksesori cerdas Motorola lainnya," kata Robert.