Tahun 2012, Akan ada Pangkalan Kebudayaan

Perombakan Kabinet Indonesia Bersatu II pada Oktober 2011 lalu turut membawa perubahan pada sejumlah kementerian. Salah satunya Kementerian Pendidikan Nasional, yang kemudian berganti "baju" menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Urusan kebudayaan yang sebelumnya menjadi domain Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, kini beralih ke kementerian yang dipimpin Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh.

Nuh mengungkapkan, dalam bidang kebudayaan ini, pada tahun 2012, Kemdikbud akan fokus membuat pangkalan kebudayaan untuk menjaga keanekaragaman, segala etnis, dan kepercayaan. Menurutnya, ada banyak hal yang melatarbelakangi mengapa Indonesia perlu memiliki pangkalan kebudayaan. Di antaranya, untuk membangkitkan kembali budaya dasar Indonesia yang ramah dan toleran, menghindari penyeragaman maupun penjajahan budaya, serta untuk membentuk dialog kebudayaan guna andil dalam misi perdamaian dunia, sesuai dengan amanat pembukaan UUD 1945.

“Kalau kita belum punya pangkalan militer, maka kita harus punya pangkalan budaya. Karena warisan budaya kita sangat luar biasa, dan terkenal di dunia,,” kata Nuh dalam wawancara khusus dengan Kompas.com mengenai proyeksi 2012, Senin (19/12/2011), di Gedung Kemdikbud, Jakarta.

Ia menjelaskan, ibarat membuat pangkalan militer, hal pertama yang disiapkan adalah wilayahnya, yaitu basis multikultural. Ia menekankan, warisan budaya harus dijaga tanpa memaksakan penyeragaman.

Setelah memiliki wilayah, hal lain yang perlu disiapkan adalah nilai dasar sebagai senjatanya yaitu nilai-nilai tentang toleransi, santun, ramah, dan saling menghormati.

“Itulah pangkalan yang mahal. Wilayah kebudayaan adalah multikultural, dan kita jaga keanekaragaman. Pendekatan itu akan ikut mewujudkan perdamaian dunia,” ujar Nuh.

Sejalan dengan itu, Kemdikbud juga telah mempersiapkan cetak biru kebudayaan. Ada empat hal yang menjadi fokus di tahun 2012 mendatang. Pertama, Kemdikbud akan melakukan konservasi terhadap produk kebudayaan yang ada. Kedua adalah mengembangkan budaya Indonesia. Ketiga, Kemdikbud berniat membentuk kebudayaan Indonesia sebagai bagian dari diplomasi kuktural. Dan keempat, menjadikan kebudayaan sebagai media untuk kesejahteraan.