MENDIKBUD: Institut Teknologi Kalimantan Harus Lebih Baik dari ITB dan ITS


Pemerintah pusat bersama dengan pemerintah daerah Kalimantan Timur sedang menggodok rencana untuk membangun Institut Teknologi Kalimantan (ITK) pada tahun 2012. Kampus yang siap dibangun di Kota Balikpapan ini rencananya akan membebaskan lahan seluas 300 hektar. Dan sampai akhir tahun 2011, pemerintah daerah telah membebaskan 60 hektar, sisanya segera dibebaskan sebelum pembangunan dimulai.

Di hadapan Mendikbud, Gubernur Kalimantan Timur, dan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Walikota Balikpapan menjelaskan bahwa lokasi yang dipilih untuk pembangunan ITK sangat strategis. Dekat dengan freeway Balikpapan-Samarinda, hutan lindung, dan kebun raya Balikpapan.

Untuk pembangunan ITK, pemerintah telah mengalokasikan anggaran 55 miliar rupiah, termasuk di dalamnya untuk pembebasan lahan. Dirjen Dikti Djoko Santoso juga meminta agar segera ada hitam di atas putih dalam pembebasan lahan tersebut, agar proses perencanaan selanjutnya bisa terlaksana.

Saat ditanya kenapa harus 300 hektar, Menteri Nuh menjelaskan bahwa berdasarkan model yang sudah ada, ITS misalnya, saat dibangun mengambil lahan seluas 180 hektar. Dan saat ini lahan tersebut hampir habis untuk menampung 20 ribu mahasiswa. Oleh karena itu, pemerintah menyiapkan lahan yang luasnya hampir dua kali lipat ITS untuk pembangunan jangka panjangnya.

"Intinya, harus lebih baik dr ITB dan ITS. Kita harapkan bertahap, akhir 2013 awal 2014 sudah bisa diresmikan presiden," ujar Menteri Nuh usai meresmikan Politeknik Negeri Balikpapan, Jumat (6/01/2012).

Gubernur Kaltim, Awang Ishak, menyampaikan, pembangunan ITK disesuaikan dengan kebutuhan Kaltim. Kaltim disiapkan menjadi lumbung energi dan lumbung pangan. ITK akan memiliki 5 fakultas dan 26 program studi (prodi). Dengan 26 prodi itu diharapkan mencukupi kebutuhan nantinya.

"Diharapkan politeknik dan ITK dapat memenuhi kebutuhan SDM Kaltim," katanya.

Selain ITK, pemerintah juga akan membangun Institut Seni dan Budaya indonesia (ISBI) di Kutai Kartanegara pada tahun 2012. Untuk itu, Institut Seni Jogja dan Institut Kesenian Jakarta akan menjadi pendamping pembangunan fisik dan sumber daya manusianya.