SNMPTN 2012 Tanda Kepatuhan kepada Negara


Ketua SNMPTN 2012, yang juga Rektor Institut Teknologi Bandung, Prof. Akhmaloka, mengatakan, perjalanan seleksi nasional penerimaan calon mahasiswa di perguruan tinggi negeri dalam lima tahun terakhir ini ditandai dengan kepatuhan kepada negara. Bahkan khusus untuk 2012, SNMPTN mengemban nilai yang lebih mulia.

“Misalnya, formulir pendaftaran calon mahasiswa dimasukkan dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), kemudian juga ada integrasi dengan program Bidikmisi, semua sesuai dengan Peraturan Mendiknas No. 34 tahun 2010,” ujarnya saat Grand Launching SNMPTN 2012, di Gedung D Kemdikbud pada Kamis malam, (19/1).

Peraturan Mendiknas yang dimaksud adalah Permen tentang Pola Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi yang Diselenggarakan oleh Pemerintah. Hal inilah yang menjadi landasan hukum diselenggarakannya SNMPTN jalur undangan untuk calon mahasiswa yang memiliki prestasi akademik di SMA, namun tidak memiliki kemampuan secara ekonomi untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.

Sebelumnya, saat menggelar jumpa pers di hari yang sama, Akhmaloka juga mengatakan, SNMPTN 2012 mengemban nilai yang lebih mulia. “SNMPTN 2012 ini tidak sekedar seleksi,” ucapnya. Ia menjelaskan, setidaknya ada lima hal yang membuat SNMPTN tahun ini memiliki nilai lebih mulia. Pertama, SNMPTN 2012 membangun kebersamaan dan kepercayaan antara PTN seluruh Indonesia dengan adanya kepanitiaan secara bergilir.

“Kedua, dengan SNMPTN 2012 ini kita mencoba melakukan edukasi nasional dalam penggunaan teknologi informasi atau IT”. Tahun ini memang merupakan tahun ke-3 penyelenggaraan pendaftaran SNMPTN dengan berbasis teknologi informasi. Kemudian ke-empat, Akhmaloka melanjutkan, SNMPTN 2012 mengedukasi kejujuran bagi generasi muda melalui jalur undangan.

Dalam memproses permohonan calon mahasiswa di jalur undangan ini, seleksi awal akan dilakukan kepala sekolah, untuk melakukan cek dan ricek secara administrasi. Kemudian seleksi akhir akan dilakukan panitia SNMPTN. Terakhir, SNMPTN 2012 mengemban nilai lebih mulia karena adanya integrasi dengan Bidikmisi. “Ini menunjukkan adanya keberpihakan kepada adik-adik calon mahasiswa yang tidak mampu secara ekonomi,” kata Akhmaloka.