WAMENDIKBUD: Guru tak Paham Metode Pendidikan Karakter

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Musliar Kasim, menyatakan pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah masih terkendala guru. Dia menilai guru belum memahami bagaimana mengintegrasikannya dalam mata pelajaran.

"Pertanyaan yang sering mengemuka adalah bagaimana penerapannya dalam bidang studi. Padahal, tidak akan ada mata pelajaran khusus mengenai hal itu. Karena, hal yang lebih ditekankan adalah bagaimana guru memberikan keteladanan kepada siswa," kata Musliar, di Padang, Jumat.

Musliar mengatakan ada guru yang membayangkan ketika hendak memasukkan pendidikan karakter pada satuan pendidikan. Guru tersebut membayangkan bakal ada kurikulum baru yang harus dibuat terkait pendidikan karakter.

"Padahal, penerapan pendidikan karakter tidak perlu kurikulum baru karena sifat-sifat yang hendak dibentuk pada siswa tidak dapat dijadikan mata pelajaran," kata dia.

Musliar mencontohkan pendidikan karakter menanamkan sikap kejujuran. Ketika ada siswa yang membuat pekerjaan rumah dengan menyontek siswa lain, hal itu harus diluruskan oleh guru dengan memberi pemahaman yang benar.
"Pemahaman yang harus ditanamkan adalah lebih baik siswa tersebut tidak membuat pekerjaan rumah karena tidak mampu mengerjakan daripada harus mencontek punya orang lain," kata dia.